PENDIDIKAN

Sistem Pendidikan SMPN 2 Bilah Hulu Gunakan Kurikulum K13

×

Sistem Pendidikan SMPN 2 Bilah Hulu Gunakan Kurikulum K13

Sebarkan artikel ini

Reporter : Messo

LABUHANBATU, Mattanews.co – Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dan pendidik, dan antara peserta dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selaras dengan itu, pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian untuk mencapai perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman.

Kepala Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 (SMPN 2) Bilah Hulu Murjani Sitepu SPd, dalam penerapan system pendidikan menggunakan Kurikulum K13. Dia mengatakan, peningkatan pendidikan di SMPN 2 Bilah hulu menggunakan system pendidikan/program pembelajaran kurikulum K13. Dengan kurukulum K13, ditingkatkan melalui pembelajaran. Yaitu, memenuhi angka minimum (KKM) dengan cara seperti pemenuhan buku-buku berupa buku –buku referensi perpustakaan maupun buku wajib untuk kelas VII dan VIII. Selanjutnya, bagi kelas IX, SMPN 2 Bilah Hulu mengadakan les mandiri pada sore hari tanpa dipungut biaya, mengadakan ROIS (rohani islam) setiap hari selasa dan kegiatan pramuka, pemahaman pembelajaran computer, dan sosialisasi UNBK dan simulasi.

“Terhadap guru guru di SMPN 2 Bilah HUlu disarankan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan untuk peningkatan mutu studi tingkat kabupaten. Kemudian, guru-guru diberi kesempatan untuk mengadakan pembelajaran yang menggunakan audiovisual kepada peserta didik. Manfaat audiovisual bagi peserta didik itu agar mampu menceritakan apa yang dilihat dan kemudian yang diceritakannya akan dinilai oleh guru untuk koreksi dan perbaikan. Disini meberikan didikan mental dan ingatan untuk peserta didik agar lebih cepat menangkap materi belaar yang disampaikan,” ucap Murjani Sitepu.

SMPN 2 Bilahu Hulu juga menerapkan prinsip – prinsip pembelajaran meliputi peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu, peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar, proses pembelajaraan menggunakan pendekatan ilmiah, pembelajaran berbasis kompetensi, pembelajaran terpadu, pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi, pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif, peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills.

“Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat, pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberikan keteladanan (ingngarso sung tulodo), membangun kemauan (ingmadyomangunkarso), dan mengembangkan kreativitas pesertadidik dalam proses pembelajaran (tut wurihandayani), pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik, dan suasana belajar menyenangkan dan menantang,” terang Murjani.

Pengembangan karakter, peserta didik diberikan bimbingan moral. Bimbingan moral ini diberikan agar peserta didik dapat menghormati guru, saling menghargai sesama peserta didik, menghagai waktu agar disiplin, dan menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang merugikan diri peserta didik dalam lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

“Bimbingan moral tersebut dilakukan secara rutinitas. Seperti, sebelum masuk sekolah etika seorang peserta didik memberikan salam kepada guru yang sedang piket. Selebihnya bimbingan rohani keagamaan,” kata Murjanii Sitepu.

Mengenai perlindungan dan pendekatan terhadap siswa yang melakukan kesalahan dan berperilaku tidak disiplin, pihak sekolah akan melakukan upaya dimulai dari Wali Kelas, selanjutnya Guru BP kemudian bersinergi dengan Wakil Kepala Sekolah bagian kesiswaan dan terakhir bagian Komite. Pihak sekolah memberikan teguran kepada siswa yang melakukan kesalahan dan memberikan surat pemberitahuan kepada orang tua,” tambahnya.

Selain itu juga pihak sekolah memberikan perhatian tali kasih kepada anak yatim, dimana setiap tahunnya memberikan santunan yang diperoleh dari dana BOS maupun dana infak. Kegiatan ini merupakan wujud penanaman rasa peduli yang akan ditumbuhkan dalam kepribadian siswa terhadap sesama.

“Sementara dari segi prestasi, ada berbagai prestasi yang diperoleh siswa diantara nya perlombaan Aneka Ragam yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup, selanjutnya perlombaan pidato Agama Islam tingkat kabupaten dan prestasi di bidang pramuka tingkat nasional,” tuturnya.

Fasilitas yang ada saat ini meliputi gedung sekolah, perpustakaan, ruang komputer, alat audiovisual, Laboratorium IPA, ruang belajar, dan Unit kesehatan sekolah. Dengan jumlah siswa 373 orang saat ini.

“Harapan saya adanya penambahan ruang belajar untuk siswa/I terbangun di SMPN 2 ini. Ruang belajar baru terpenuhi 4 kelas/local. Dengan jumlah siswa yang ada, tidak sesuai kapasitas ruang belajar. Kemudian, untuk mobiler (meja+kursi) juga masih kekurangan dan harus diganti. Selain itu juga, keamanan untuk sekolah masih dibutuhkan. Seperti, pembangunan pagar sekolah. Kami berharap, dengan terpenuhinya fasilitas sekolah ini mampu menunjang mutu pendidikan di SMPN 2 ini,” tandasnya.

Editor : Anang