Reporter : Diah
Palembang, Mattanews.co – Dalam rangka penyaluran Kredit Usaha Rakyat ( KUR ), Bank BRI bekerjasama dengan seluruh para pelaku kuliner dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Bank BRI sendiri menggandeng Forum Komunikasi Kuliner Bersatu Palembang Sumatera Selatan ( FKKBPSS ), sebagai jembatan untuk menyalurkan KUR dan meningkatkan UMKM,
Kepala Cabang Bank BRI Pusat Palembang RM Yogi Prayogi mengatakan, BRI diberikan kepercayaan untuk menyalurkan KUR, yang harus tepat sasaran dan tepat penggunaannya.
“Sasarannya adalah pengusaha yang belum Bankable dan juga untuk meningkatkan usaha mikro. Ini adalah segmen yang paling tepat dimana salah satunya adalah kuliner,” ujarnya saat membuka acara MoU FKJBPSS dan BRI cabag A.Rivai dalam rangka Penyaluran KUR, di Hotel Aston, Rabu ( 29/1/2020 ) malam.
Alasan BRI menggandeng FKKBPSS, karena banyak ragam usaha yang tercakup, seperti Asosiasi Kuliner diantaranya Bakso, Pecel lele, Soto, Masakan Padang dan lain – lain.
Mereka juga bekerjasama dan saling bertukar informasi dan data base, untuk penyaluran KUR tepat sasaran.
“Kami bukan hanya memberikan KUR, tapi memberikan tiga solusi untuk pembiayaan kredit usaha rakyat yang bunganya 6 persen setahun. Dengan catatan perbandingan komersial kurang lebih dari 14 persen ini, setengahnya dari 6 persen diberikan kelonggaran masalah anggunan,”ujarnya.
Dalam acara ini, turut digelar diskusi bertema ‘Pajak Konsumen ataukah Pajak Restoran?’.
Ketua FKKBPSS Idasril menuturkan, terkait pajak kuliner entang Perda pajak makanan, semoga Raperda yang akan menjadi Perda bisa diterima oleh semua pihak.
Terutama pelaku kuliner agar bisa menjalankan usahanya dengan aman nyaman. Sebaliknya dengan Pemerintah dalam memungut pajak.
“Harapan kita dalam pembahasan Perda ini acuan kita adalah Undang-undang (UU). Apalagi baru disahkan PP tentang UMKN tentang pajak 0,1-10 persen maksimal, dan tentu ada klasifikasinya baik warung dan restoran. Tidak semua di pukul rata, harus ada klasifikasinya,” katanya.
Editor : Nefri














