BERITA TERKINI

GMMPT Berharap 9 Solusi Banjir Mereka Terwujud

×

GMMPT Berharap 9 Solusi Banjir Mereka Terwujud

Sebarkan artikel ini

Reporter : Anang

PALEMBANG, Mattanews.co – Gerakan Masyarakat Menolak Palembang Tenggelam (GMMPT) menggelar seminar di ballroom hotel Aston Palembang dengan menghadirkan beberapa pakar ahli di bidangnya atau narasumber seperti Ir Edward Sholeh (UNSRI), Erfan M Kamil (UMP), Drs Wijaya (UIN Raden Fatah Palembang) dan Anggota DPRD Palembang Komisi 3, Ruspanda Karibullah, Sabtu (22/02/2020).

Dikatakan Ketua pelaksana, Sutinah di dampingi sekretaris Dedek Chaniagoe, acara hari ini berawal dari diskusi permasalahan banjir tahun 2018 lalu, akhirnya sesuai kesepakatan bersama melahirkan 9 (sembilan) solusi mengatasi persolan banjir di Kota Palembang.

“Ada 9 (Sembilan) perumusan solusi mengatasi persoalan-persoalan banjir di Kota Palembang diantaranya kolam retensi, pemanfaatan anak sungai, perbaikan infrastruktur, review tentang izin pembangunan, gerakan menanam pohon dan lainnya,” ucapnya.

Lanjutnya, acara sendiri bertujuan untuk bersinergi dengan pemerintah dalam berpartisipasi mengatasi persolan banjir di Kota Palembang. “Hasil dari diskusi bedah 9 (sembilan) perumusan ini nantinya akan diserahkan kepada Pak Walikota untuk mengantisipasi dan solusi agar Palembang tidak tenggelam untuk kedepan,” katanya.

” Intinya, persolan banjir di Kota Palembang ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua pihak termasuk masyarakat sendiri,” tambahnya.

Anggota DPRD Palembang Komisi III yang membidangi insfratruktur, Ruspanda Karibullah mengatakan, seminar ini sebagai masukan untuk anggota legislatif, bukan hanya pemerintah dan legislatif yang memberikan pemikiran, tapi masyarakat yang betul-betul merasakan akan menjadi atensi khusus wilayah dampak banjir yang luar biasa agar diminalisir di tahun-tahun berikutnya.

Selain itu, perlu dibangun dan kepedulian masyarakat terhadap solusi banjir, apabila masyarakat sudah mengerti otomatis persoalan banjir di Kota Palembang bisa terjawab. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam tahapan pembangunan kota hijau di Palembang, bukan hanya sekedar pemerintah dan legislatif tapi semua elemen masyarakat harus terlibat tentang kepedulian lingkungan, baik sampah, alur sungai atau drainase air depan rumah.

“Saya dari Komisi III akan mengawal program seminar ini sampai dengan gol yang diharapkan para penggiat banjir di Kota Palembang,” tegasnya.

Sementara, Drs Wijaya (UIN Raden Fatah Palembang) menjelaskan, ada tiga elemen yang perlu digarisbawahi yaitu masyarakat, pemerintah, dan sistem budaya. Maksudnya, harus ada kebijaksanaan politis, administrasi, serta strategis yang merupakan tanggung jawab pemerintah kota Palembang.

Maka dari itu seandainya Pemkot tidak bisa menjalankan apa yang digariskan melalui seminar suara dari rakyat, maka harus di dorong dewan sebagai hak inisiatif untuk membuat sebuah Perda dalam tolak ukur tanggung jawab Pemkot Palembang.

“Melalui Seminar ini ingin mencoba membuat suatu analisis karena ada persoalan yang berangkat dari sebuah fakta, sehingga kerangka objektif bisa dibangun bertujuan untuk membangun agar Palembang tidak tenggelam,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ir Edward Sholeh (Unsri) menambahkan, gagasan seminar ini sangat baik, karena apabila tidak digagas persoalan banjir di Kota Palembang kemungkinan 10 tahun kedepan terjadi di Jakarta bisa sama di Kota Palembang.

Faktornya, laju pembangunan di hulu dibilang memang sangat pesat, dan Palembang sebagai titik ujung, takutnya bukan hanya banjir dari Palembang tapi ditambah air kiriman dari hulu.

“Solusinya, perlu keterlibatan semua pihak bukan hanya Pemkot tapi Pemprov untuk mendukung regulasi agar Palembang tidak banjir, tapi instansi vertikal dan peran masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, menyangkut kewenangan karena
terlihat Pemkot tidak bisa bergerak karena persolan wewenang sehingga terbatas, walaupun wilayah Palembang tapi ada mekanisme seperti Das Sekanak, Kolam retensi dan Pompa Bendung itu BBWS Sumatera VIII, termasuk insfratruktur jalan.

“Saya berharap setelah ada rumusan seminar ini agar disampaikan Walikota, Gubernur dan instansi vertikal supaya membuat proritas untuk penanganan banjir di Kota Palembang. Jangan hanya sekedar pembangunan insfratruktur tapi harus didukung pemberdayaan masyarakat dalam sebuah kampanye,” tutupnya.

Sedangkan menurut Dedek Chaniago, rasanya 9 solusi ini kurang pas kalau tidak kita kupas dan seminarkan dengan mengundang para pakar untuk menganalisa 9 solusi ini, dan hari ini alhamdulilah seminarnya terlaksana. “Kita harapkan hasil dari seminar hari ini nantinya daerah yang sering terkena banjir dengan curah hujan yang lebat bisa ada solusinya dan sedikit dapat diatasi,” tegasnya.

Editor : Anang