BERITA TERKINI

Akibat Sepi Pengunjung, 1.139 Hotel dan 286 Restoran di Indonesia Tutup Sementara Akibat Wabah Pandemi Corona

×

Akibat Sepi Pengunjung, 1.139 Hotel dan 286 Restoran di Indonesia Tutup Sementara Akibat Wabah Pandemi Corona

Sebarkan artikel ini

Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA,Mattanews.co– Wabah Pandemi Virus Corona (COVID-19) yang melanda tanah air membawa dampak serius bagi dunia Perhotelan, Berdasarkan data hari Jumat, 3 April 2020, sebanyak 1139 hotel di Tanah Air tutup. Selain itu, sebanyak 286 usaha restoran, tempat wisata, dan hiburan juga mengambil langkah serupa.

“Data itu benar. Ada 1.139 hotel tutup sementara dan keputusan itu terpaksa mereka ambil lantaran hanya segelintir tamu yang berkunjung, bahkan di beberapa tempat tak ada tamu sama sekali dan mengikuti tanggap darurat kebijakan Pemerintah daerah masing-masing,” kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2020).

Menurut Hariyadi, data yang berhasil dihimpun pihak PHRI, penutupan sementara hotel paling banyak itu berada di Jawa Barat, hotel yang tutup sementara itu masih dinamis. Itu lantaran masih ada hotel yang saat ini masih buka, tapi tidak 100 persen.

Di luar itu, ada juga hotel yang melaksanakan cuti tidak dibayar (unpaid). Namun, menurut Hariyadi, data hotel tersebut belum valid. “Kalau yang itu, nanti saja. Saya tidak berani bicara kalau datanya belum pasti,” ujar Hariyadi.

“Mengenai operasional kembali hotel-hotel tersebut, Hariyadi mengatakan hal tersebut tergantung instruksi dari pemerintah daerah masing-masing,” kata Hariyadi.

Industri perhotelan menjadi salah satu sektor yang paling terpukul akibat penyebaran pandemi itu. Selain menutup operasional sementara, sejumlah hotel membanting harga besar-besaran demi menggaet pelanggan.

Penutupan tentu menimbulkan kerugian besar bagi industri perhotelan dan restoran di Indonesia. Sebelumnya, Hariyadi sempat menaksir kerugian mencapai sebesar 1,5 miliar dolar AS atau Rp21 trilun.

“Untuk sementara waktu untuk sektor hotel dan restoran kami menghitung sudah mengalami kerugian 1,5 miliar dolar AS. Itu dari turis Tiongkok sendiri saja sudah 1,1 miliar dolar AS. Lalu ditambah dengan ikutan-ikutan yang lain paling sedikit ada 400 miliar dolar AS,” ujar Hariyadi.

Editor : Poppy Setiawan