Reporter : EP
PRABUMULIH, Mattanews.co – Paskah ditetapkan sebagai zona merah terkait banyaknya kasus Corona virus disease 2019 (covid-19)di Kota Prabumulih, salah seorang pengamat Ekonomi di Kota Prabumulih, Yudi Yusri SE MSi memprediksi bahwa roda perekonomian Prabumulih akan melemah sementara waktu.
“Yang jelas hal ini dipengaruhi oleh covid-19 yang sangat menakutkan karena belum ditemukannya obat anti virus ini, akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Kota Prabumulih,” katanya.
Hal ini juga di lihat dari Kota Prabumulih sebagai kota perdagangan dan jas serta perkebunan. Apalagi saat ini ada kebijakan dari Walikota untuk work for home (WHF) artinya ini tentu akan berdampak pada perdagangan itu sendiri yang ujungnya akan berdampak pada pendapatan masyarakat, dan sebaliknya harga harga kebutuhan saat ini sudah mulai merangkak naik.
Akibat covid-19 ini banyak sektor swasta yg mungkin mengurangi aktivitasnya yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja ini, berarti meningkatnya pengangguran yang akan mempengaruhi grafik angka kemiskinan dikota ini terus meningkat.
Dia mengatakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Prabumulih perlu bertindak sebagai solusi. Karena untuk sementara ini hal yang paling dibutuhkan adalah pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
Karena itu Ketua Sekolah Tinggi ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Prabumulih ini meminta agar Pemerintah harus bisa memastikan atau meyakinkan masyarakat di Kota ini bahwa kebutuhan pokok dijamin ketersediannya, selama virus ini belum berhenti.
Hal ini akan memberikan efek ketenangan warga. sebab jika tidak, maka akan menambah tingkat emosional masyarakat sehingga banyak orang yg melakukan pembelian yang berlebihan hingga mempercepat kenaikan harga.
“Sesuai hukum ekonomi semakin besar permintaan pasar, maka akan mempercepat kenaikan harga. Disinilah Peran Pemerintah untuk membantu warga, minimal dengan pemberian sembako bersubsidi,” bebernya.
Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS) 2019, perputaran perekonomian bidang perdgangan dan jasa kisaran 46, 18 persen baru dususul dengan bidang lain. Nah semua ini secara otomatis akan terus alami penurunan.
Hal ini terjadi atas pengaruh dari status Kota Prabumulih masuk zona merah,membuat masyarakat atau konsumen takut keluar rumah, transaksi jual beli mempengaruhi perputaran uang melambat.
“ini tentu akan membuat perekonomian kita semakin lesu, perputaran uang semakin lamban, apalagi ada isu harga karet sudah semakin turun akhir akhir ini makin memperparah perkonomin di Kota Prabumulih,” tandasnya.
Editor : Anang














