BERITA TERKINI

Komisi I DPR : Usulan Insentif Perusahaan Pers Mendapat Respon Baik Pemerintah

×

Komisi I DPR : Usulan Insentif Perusahaan Pers Mendapat Respon Baik Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA,Mattanews.co– Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta kepada Pemerintah memperhatikan Perusahaan Pers di Indonesia yang juga terdampak Pandemi Wabah Virus Corona (Covid-19). Perhatian yang diberikan dalam bentuk insentif.

Meutya Hafid meminta kepada Pemerintah agar perusahaan pers dapat dimasukan kedalam kategori industri yang mendapatkan insentif berupa relaksasi pajak saat mewabahnya Pandemi Wabah Virus Covid-19).

Di samping itu, juga adanya keberpihakan dengan memberikan alokasi diseminasi program dan kinerja pemerintah untuk perusahaan yang terdaftar di Dewan Pers,” kata Meutya.

Meutya Hafid juga meminta pemerintah dapat memberikan insentif kepada Perusahaan Pers untuk memastikan keberlangsungan hidup perusahaan pers yang kredibel pada saat situasi krisis.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, seusai melakukan telekonferensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Sabtu (11/4/2020) pagi.

“Sabtu pagi Vicon dgn Pak Menko Perekonomian @airlangga_hrt dan Dewan Pers. Kom 1 membawahi juga informasi. Media sustainability mjadi konsern kami sejak sebelum pandemi. Saya mdukung Dewan Pers memperjuangkan insentif bagi Pershn Pers utk keberlagsungan industri media yg sehat,” bunyi cuitan Meutya dalam akun Twitter bernama @meutya_hafid.

Meutya mengatakan usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari Menko Perekonomian Airlangga. “Demikian juga respons baik dari Menko Perekonomian @airlangga_hrt, bahwa insya Allah pemerintah akan memfinalisasi bentuk insentif yang dirasa tepat,” bunyi cuitan twitter meutya.

Sebelumnya, Serikat Perusahaan Pers mengusulkan kepada pemerintah agar perusahaan pers di Indonesia mendapat insentif, karena Pandemi Wabah Virus Corona (Covid-19) berdampak pada penurunan pendapatan atau pemasukan, yang menganggu operasional Perusahaan Pers sebagai wadah wartawan.

 

Editor : Poppy Setiawan