BERITA TERKINI

Bupati OKI Dinilai Visioner Hadapi Penerapan New Normal

×

Bupati OKI Dinilai Visioner Hadapi Penerapan New Normal

Sebarkan artikel ini

Reporter : Rachmat Sutjipto

OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Wacana daerah menerapkan new normal atau normal baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) diawali pada sektor layanan publik.

Hal ini sebagai upaya memastikan warga tetap mendapatkan pelayanan, kendati pandemi virus Covid-19 belum kunjung selesai.

Hidup normal baru yang digaungkan pemerintah pusat, sebagai metode penananganan baru.

Kabupaten OKI sendiri secara aplikatif telah menerapkan pembatasan sosial.

Serupa dengan PSBB, penerapan belajar di rumah, bekerja hingga ibadah di rumah serta pemeriksaan yang ketat telah dilakukan.

Bupati OKI Iskandar memandang perlu dipersiapkan protokol pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh terhenti hanya karena Covid-19.

“Meski dalam kondisi menghadapi Covid-19, pelayanan kepada masyarakat itu wajib dan tak boleh terhenti. Perlu disiapkan protokol pelayanan dengan konsep normal baru tersebut. Kita dituntut kerja cepat, memenuhi kehendak masyarakat” ujarnya saat melantik 184 pejabat tinggi pratama, pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab OKI, pada Rabu (27/5/2020).

Untuk itu, awal bulan Juni 2020 Iskandar bersama jajarannya akan merumuskan langkah-langkah penerapan new normal, di sektor layanan publik sembari menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

Dia melanjutkan, dengan adanya releksasi ini diharapkan masyarakat lebih santai dan tidak stres baik secara psikis maupun ekonomis. Sehingga bisa kembali produktif.

“Berjamaah di masjid, masyarakat kembali beraktifitas, tapi tetap memperhatikan tiga hal untuk mencegah penularan yaitu jaga jarak, jaga kebersihan, dan tetap jaga fisik atau imunitas kita dengan cukup mengkonsumsi makanan bergizi,” ungkapnya.

Iskandar juga berpesan masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, untuk menjaga agar tidak tertular virus Corona.

Masyarakat tambahnya harus memahami bagaimana virus ini bisa menular dan pencegahannya.

“Kepada seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab OKI untuk bisa membantu mengedukasi masyarakat. Saya pikir dua bulan cukup untuk kita mengenal Covid dan bagaimana menerapkan protokol kesehatan, dan tentunya kita tetap waspada dengan tidak ada rasa mencekam,” ujarnya.

Terkait bantuan sosial yang saat ini telah disalurkan oleh pemerintah, dijelaskannya akan melihat kembali kondisi di lapangan.

Karena menurutnya pasca dilonggarkan ini tidak mungkin perekonomian tersebut langsung membaik.

“Terkait stimulus sosial itu tetap menunggu keputusan dari kementerian yang berwenang dan presiden. Kalau saya pribadi dan diberi kewenangan selaku Bupati tentunya tetap akan berusaha memberikan bantuan kepada masyarakat yang (ekonominya) terdampak karena tidak mungkin langsung membaik,” ucapnya.

Editor : Nefri