Reporter: APP
INDRALAYA, Mattanews.co –Sebanyak 109 tenaga kesehatan honorer di RSUD Kabupaten Ogan Ilir dipecat oleh Bupati Ogan Ilir, Rabu (20/5/2020) lalu. Keputusan itu dianggap kontroversial, mengingat alasan dan keadaan pemecatan tersebut di tengah Pandemi Covid-19 saat ini.
Salah seorang tenaga kesehatan honorer yang dipecat mengaku, dirinya tak tau harus menggantungkan nasib ke mana setelah pemecatan tersebut. Sebab, ia telah mengabdi kepada RSUD, sejak pertama beroperasi.
“Sebenarnya, kami masih ingin kembali. Bagi saya, pengabdian lebih penting ketimbang urusan materi di RSUD Ogan Ilir. Hal itu yang menyebabkan saya tidak pernah menanyakan soal gaji sebesar Rp750 ribu sebulan selama ini,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 109 kerja honorer kesehatan di RSUD Ogan Ilir, dipecat. Mereka dipecat karena melakukan mogok selama 5 hari, pada Mei lalu.
Editor: APP














