MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Kabar menggembirakan datang dari sektor pangan nasional. Perum Bulog mencatat stok beras nasional per 23–24 April 2026 mencapai 5.000.198 ton, tertinggi sepanjang sejarah. Cadangan tersebut didominasi oleh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersebar di gudang Bulog di seluruh Indonesia.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Tulungagung Provinsi Jawa Timur, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan bahwa lonjakan stok ini turut berdampak positif di daerah. Di Kabupaten Tulungagung, ketersediaan beras bahkan disebut melimpah dan sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Stok kita saat ini mencapai sekitar 60.000 ton. Ini meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 29.000 ton,” ujar Yonas saat ditemui awak media di Gudang Bulog Ngujang, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, jumlah tersebut cukup untuk menopang kebutuhan lebih dari satu tahun ke depan, sekaligus melayani distribusi untuk empat kabupaten di wilayah kerja Bulog Tulungagung.
“Stok ini kita siapkan untuk berbagai penugasan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga hingga bantuan pangan. Jumlahnya dua kali lipat dibanding tahun lalu,” imbuhnya.
Menurut Yonas, cadangan beras tersebut akan dimanfaatkan untuk sejumlah program strategis, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan sosial bagi masyarakat, hingga cadangan darurat untuk penanganan bencana.
“Cadangan ini berasal dari pemerintah pusat maupun daerah. Kami pastikan seluruhnya siap digunakan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Sementara itu, progres penyaluran bantuan pangan hingga saat ini telah mencapai sekitar 30 persen dari total target penerima manfaat. Yonas memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Untuk bantuan pangan sudah tersalurkan sekitar 30 persen. Kendala teknis hampir tidak ada, hanya penyesuaian kesiapan desa agar penerima manfaat bisa hadir saat penyaluran,” jelasnya.
Dalam proses distribusi, Bulog juga melakukan pengemasan ulang (repack) beras ke dalam kemasan 10 kilogram guna menjamin kualitas dan ketepatan sasaran bantuan.
Melimpahnya stok beras ini, lanjut Yonas, tidak terlepas dari strategi percepatan penyerapan gabah yang dilakukan sejak awal tahun, serta dukungan kondisi cuaca yang kondusif sehingga meningkatkan hasil panen petani.
“Kami mulai penyerapan sejak Januari, lebih cepat dari biasanya. Ditambah cuaca yang mendukung, produksi petani meningkat dan stok kita ikut terdongkrak,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Tulungagung dan wilayah sekitarnya diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Bulog memastikan stok dalam kondisi aman, distribusi berjalan optimal, dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga.
Kondisi surplus ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi stabilitas pangan nasional, di tengah berbagai tantangan global yang masih membayangi sektor pertanian dan distribusi logistik.














