Reporter : Rachmat Sutjipto
OKI, Mattanews.co– Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terima sejumlah perwakilan massa unjuk rasa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Buruh Tani dan Masyarakat OKI Menggugat di Kantor Bupati OKI, Kayuagung, Senin (27/7/2020) siang.
Kendati situasi unjuk rasa itu sendiri sempat diwarnai ketegangan, namun komunikasi dialogis yang ditawarkan Pemkab OKI tersebut merupakan angin segar sekaligus apresiatif bagi pendemo.
Diketahui, setelah sebelumnya massa yang mengklaim mewakili unsur Mahasiswa, Petani, Buruh dan Rakyat tersebut melakukan penyegelan Gedung DPRD OKI lantaran gagal menemui wakil rakyat. Tidak satupun dari 45 anggota DPRD yang bersedia menemui pendemo dengan alasan tengah melaksanakan dinas luar sejak akhir Juni hingga agenda Paripurna Selasa (28/7/2020) besok.
Atas berbagai aspirasi yang disampaikan pendemo, Husin dengan pengalamannya hingga 6 tahun selama di birokrasi pemerintahan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), terbilang cukup mumpuni menghadapi pengunjuk rasa yang didominasi mahasiswa tersebut.
Bahkan, salah satu keinginan ‘abadi’ untuk bertemu langsung Bupati OKI, memasuki kepastian dalam agenda kurun waktu dari tanggal 3 hingga 7 Agustus mendatang, dipastikan dapat terealisasi.
Dihadapan puluhan massa mengutarakan, bahwa unjuk rasa merupakan salah satu wujud dari negara demokrasi yang dilindungi undang-undang untuk memberikan ruang menyampaikan aspirasi atas berbagai kebijakan yang ditempuh Pemkab OKI sendiri.
Ia melanjutkan, pemda meyakini persoalan pendidikan, infrastruktur, serta reforma agraria dan lainnya yang diusung merupakan aspirasi yang akan diterima pihaknya dengan melaksanakan dialogis bersama untuk mufakat mencari solusi yang terbaik.

“Dialog dan diskusi diakui merupakan bagian dari proses kelahiran pemerintah Kabupaten OKI. Silahkan mau dialog dengan pemerintah, atau DPRD. Hal ini sudah diatur dan dilindungi oleh undang-undang dan akan jadi masukan untuk pembangunan,”ujarnya.
Ditempat yang sama, Koordinator Aksi Andi Leo kembali mengungkapkan, pihaknya melakukan aksi demo merupakan jalan terakhir agar pemangku kebijakan lebih mencermati berbagai persoalan di tingkat warga.
Menurut dia, pemkab OKI harus pro rakyat dan segera pro aktif menuntaskan sejumlah indikasi dugaan penyimpangan koruptif, dan infrastruktur yang belum terkelola dengan baik, hingga carut-marut pelayanan dasar belum terakomodir sebagaimana harapan masyarakat.
“Kami datang ke sini untuk menyampaikan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Turun ke jalan seperti ini sebetulnya bukan pilihan terbaik, tetapi perubahan mengharuskan kami bergerak, setelah pemda kami nilai bungkam terhadap berbagai persoalan yang ada,”jelasnya.
Dimata Andi Leo, yang juga Ketua IMOKI ini, sikap persuasi dengan mengajak dialog bersama demonstran merupakan penghargaan terhadap demokrasi itu sendiri. Terlebih sejumlah permintaan diantaranya menemui langsung Bupati OKI Iskandar sudah terjadwal dalam agenda resmi.
“Kesepakatan dalam dialogis bersama pemda ini, merupakan kedewasaan pemkab OKI dalam menyikapi berbagai kritikan elemen warganya. Apresiasi setingginya atas hal ini, sekaligus melihat solusi seperti apa yang dibangun pemda atas tuntutan aksi hari ini,”tandasnya.
Editor : Poppy Setiawan














