BERITA TERKINI

Sebagian Desa di Banyuasin Terbatas Jaringan Internet

×

Sebagian Desa di Banyuasin Terbatas Jaringan Internet

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co – Sebagian desa yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) terbatas jaringan komunikasi.

Seperti jaringan internet sudah menjadi bagian kebutuhan dalam kehidupan masyarakat, baik untuk berkomunikasi maupun mengakses informasi.

Masyarakat yang tinggal di pedesaan tersebut, ketika ingin melakukan komunikasi dengan keluarga, teman, atau rekan kerja maupun mencari informasi terkini harus rela keluar rumah dan itu pun hanya ada di titik-titk tertentu saja, misalnya di dataran yang tinggi.

Sementara ketika memasuki dataran rendah secara otomatis handphone milik mereka berada di luar jangkauan.

Penjabat (Pj) Kades Tanjung Beringin Suhardi mengatakan, di wilayah desanya Bukan hanya lambat, tapi bisa dikatakan tidak ada jaringan internet sama sekali.

“Kadang kami ketinggalan informasi, biasa ada informasi dari pemerintah Kabupaten Banyuasin, tapi kami disini tidak tahu lantaran jaringan tidak ada,” ucapnya, Minggu (30/8/2020).

Bukan hanya dirinya, warga lain juga mengeluhkan lambatnya jaringan internet di Desa Tanjung Beringin, Desa Sukaraja Baru, Sukaraja 1,Terentang dan Pulau Rajak.

Serta masih banyak desa lain di wilayah Banyuasin yang kesulitan jaringan internet, karena tidak ada tower yang oleh pemerintah daerah lewat Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin.

“Harapan saya kepada istansi terkait agar bisa membantu, untuk membangun salah satu tower, lewat dari pembangunan tower,” ucapnya.

Jika ada jaringan internet dan informasi, warga Banyuasin bisa melihat dan melakukan publikasi apapun kegiatan yang ada wilayah desanya.

Keluhan tersebut di juga sampaikan Ketua BPD Sukaraja Beny.

Menurut dia, bagi pengguna android jaringan komunikasi atau internet sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Karena hal itu merupakan tuntutan dari perkembangan jaman.

“Di sini susah sinyal, kalau mau ada sinyal harus keluar rumah atau pergi ke tempat tertentu misal, ke daerah dataran rendah akan hilang sinyal,” ucapnya.

Kata dia, keterbatasan jaringan komunikasi membuat masyarakat buntu dalam mengakses informasi atau berkarya melalui dunia maya.

Misalnya, untuk mengenalkan produk lokal seperti hasil home industry, anak-anak sekolah belajar daring dan sebagainya.

Apalagi di era teknologi ini hampir sebagian besar serba online.

“Kami meminta kepada pemangku kebijakan, agar memperhatikan warganya terutama yang ada di daerah pelosok desa. Pemerintah pusat sempat menggembar-gemborkan program internet masuk desa, Merdeka sinyal tapi kok desa kami masih jauh dari informasi,” ungkapnya.

Editor : Nefri