Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co– Berbagai giat dalam menciptakan keadaan aman dan kondusif giat dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Terutama dalam mencegah paham radikalisme yang saat ini kian marak di beberapa media. Salah satunya melalui penguatan keimanan dan beberapa kegiatan pengajian.
“Kita jangan sampai masuk paham sesat. Terutama yang ada di dinas ini. Jika ada hendaknya segera dilaporkan dan diberikan tindakan pencegahan,” jelas Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Umara Provinsi Sumatera Selatan serta staf khusus bidang keagamaan Dr KH Amiruddin Nahrawi MPdi saat meresmikan musholla An-Nur di dinas Kelautan dan Perikanan Kamis (17/9).
Paham radikalisme tidak boleh tumbuh dilingkungan pemerintah dan masyarakat. Jika paham ini berkembang maka negara ini akan kacau seperti di wilayah timur Asian.
Sepanjang abad terus terjadi konflik tak berkesudahan. Paham dan aliran di Indonesia hanya ada 2 saja yaitu NU dan Muhammadiyah. Ini sudah cukup mewakili semua lapisan masyarakat.
“Kita tidak menginginkan kehancuran jadi kita tidak mau paham radikalisme masuk ke dalam pemerintahan,” tegasnya.
Sementara itu Kabag Kesra Provinsi Sumatera Selatan H M Sunarto mengatakan, hendaknya semua pegawai lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sama seperti musholla ini . Dulunya sangat kecil tapi setelah direhab menjadi besar. Hendaknya keimanan di diri kita sama seperti musholla ini.
“Kita berharap agar semua staf di lingkungan dinas ini. Bisa memanfaatkan musholla ini dengan baik. Serta diisi dengan berbagai kegiatan yang tentunya mengarahkan kepada kebaikan,” harapnya.
Selain itu Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan Septifitri mengatakan, pihaknya akan secara selektif mengadakan kegiatan di musholla ini. Jangan sampai ada paham radikalisme masuk ke dalam lingkungan dinas ini.
Selain itu setiap akan mengadakan kegiatan pihaknya selalu berkomunikasi dengan pejabat terkait. Sedangkan untuk kegunaan musholla ini sendiri di pakai sepenuhnya oleh pihaknya.
Tidak untuk dipinjamkan kepada pihak lain. Sedangkan mengenai kepengurusan di musholla ini sudah terbentuk.
“Kita tidak ingin disusupi oleh pihak luar. Maka dari itu setiap akan mengadakan kegiatan kita akan selalu selektif. Penceramah juga akan di ambil dari ulama yang bisa dipercaya dan mengajarkan toleransi,” jelas dirinya.
Editor : Chitet














