Reporter : Robby
BLITAR, Mattanews.co – Memperingati hari Sumpah Pemuda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar webinar dengan pemuda di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Selasa (3/11/2020).
Webinar dengan tema Bonus demografi, Peluang dan Percepatan bagi Percepatan Pembangunan Daerah tersebut, menghadirkan empat narasumber.
Yaitu Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono, anggota DPR RI Didik Mukrianto, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil E Dardak, dan Ekonom dan Guru Besar Universitas Brawijaya M Kusaini.
Webinar tersebut juga menghadirkan Duta Pemuda Blitar, Putri Unesa, Duta Wisata dan Blitar Youth Festival.
Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disporbudpar) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengatakan, webinar ini tepat digelar di Kabupaten Blitar, karena di Kabupaten Blitar banyak melahirkan pemuda hebat.
Seperti Pahlawan Nasional Soekarno, Mantan Wakil Presiden RI Budiono, Mantan Komisioner KPK M Yasin dan lainnya.
“Di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Blitar memberikan ruang pada generasi muda untuk menyampaikan aspirasinya melalui media virtual,” ungkapnya saat webinar.
Menurutnya, Disporbudpar Kabupaten Blitar siap memberikan ruang pada generasi muda yang ingin menyalurkan bakatnya.
Dengan kegiatan daring ini, dia mengharapkan agar bisa menjaga semangat pemuda. Terutama untuk menujukan bahwa pemuda penting menyambut Bonus Demografi 2020-2030.
Selain itu, webinar ini diharapkan dapat menambah semangat pemuda dalam menjaga kesatuan bangsa.
“Saya berharap agar pemuda tetap produktif, optimis serta membanggakan Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar, Eko Susanto menjelaskan, saat ini memasuki era digital atau era industri 4.0.
Pemkab Blitar ingin menyiapkan diri untuk menyambut bonusdemografi, dengan memfasilitasi generasi muda.
Diungkapkannya, generasi muda saat ini dapat menjadi tumpuan diberbagai sektor.
Diantaranya di sektor pertanian, industri, teknologi, dan lingkungan. Dia mencontohkan, ada beberapa petani millenial di Kecamatan Wates yang potensial.
“Ruang publik untuk pemuda harus diperbanyak. Generasi muda diberikan ruang yang sesuai koridornya, di situlah pemerintah harus hadir sebagai bentuk dukungan,” katanya. (ADV)
Editor : Nefri














