Reporter:
DEIYAIPAPUA, Mattanews.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten Deiyai, mengelar Rapat Kerja Tahunan di Sekretariat KONI Deiyai. Berjalan aman, dan lancar, Jumat (04/12/2020)
Rapat Kerja Tahunan ini dalam rangka mengevaluasi kegiatan setiap program kerja yang sudah dilaksanakan. Atau pun yang belum terlaksana pada tahun 2020 ini.
Ketua Umum KONI Kabupaten Deiyai, Otias Edowai, SE mengatakan selain mengevaluasi program kerja, pihaknya juga mengevaluasi Cabang-cabang Olahraga yang ada di Kabupaten Deiyai.
“Yang notabanenya sudah terdaftar di KONI Deiyai. Sebelumnya 16 Cabang olahraga menjadi 17 Cabang Olahraga. Selain itu juga, Pengurus mengevaluasi dan merangkum program kerja setiap bidang yang ada,” jelasnya.
Otias menyampaikan tujuan Rapat Kerja Tahunan ini, merangkum program kerja 16 cabang olahraga yang sudah ada. Serta menyusun program kerja bidang-bidang tahun 202, yang pengajuannya berupa proposal ke Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai.
“Rapat Kerja Tahunan ini, bertujuan mengevaluasi program kerja KONI baik yang kita laksanakan maupun tidak di masa pandemi Corona Virus Deases 2019 (Covid’19) ini,”ungkap Otias Edowai pada pembukaan Rapat.
Lanjut Otias, pihaknya perlu berkoordinasi dengan Pengurus KONI Provinsi Papua. Namun karena situasi Corona sehingga belum sempat berkoordinasi. Untuk memastikan keabsahan Pengurus Cabor-cabor yang ada, dalam naungan KONI Deiyai.
“Kami akan berupaya melakukan koordinasi pada awal tahun 2021, guna memastikan keabsahan atau legalitas. Berupa surat keputusan, surat mandat, surat rekomendasi pengurus cabang olahraga. Agar tidak terjadi dualisme kepengurusan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Deiyai Willibrodus Pekei, S.IP menyampaikan, pihaknya akan memastikan pengurus cabor yang membawa SK, apakah legal atau tidak terkait keabsahannya. “Kami akan memastikan kepada KONI Provinsi Papua, terkait keabsahan SK kepengurusan Cabang Olahraga. Yang ada di Kabupaten Deiyai, apakah sah atau tidak,” kata Willi Pekei.
Lanjut Willibrodus, beberapa kepengurusan Cabang Olahraga di Deiyai yang terjadi dualisme, seperti PBVSI dan PASI. Sehingga pihaknya akan pastikan keabsahannya pada tahun 2021. “Kami sudah meminta program kerja 16 cabang olahraga yang ada, dan kami akan membahas dan tetapkan sebagai program cabor pada tahun 2021. Namun hingga saat ini 10 cabor saja yang sudah mengumpulkan program kerjanya, sementara 7 cabor lainnya masih belum,” katanya.
Editor: Fly














