Reporter: EP
BANDUNG, Mattanews.co – Semua orang belum tentu mengetahui informasi unik dan tentunyabbertanya-tanya mengapa gedung perkantoran Provinsi Jawa Barat, dinamai Gedung Sate.
Padahal tak satupun pedagang sate di gedung yang beralamat di jln Diponegoro Citarum Bandung ini. Termasuk para awak media dari Mattanews.co yang berkunjung ke Gedung Sate, dalam agenda Rapat evaluasi 2020 dan proyeksi 2021 di V Hotel Bandung.
“Gedung dinamai dengan gedung sate, karena adanya penangkal petir, ada bunga padma dibentuk seperti tusuk sate,” kata Sofie, seorang tour gaet Bandung, yang mendampingi rombongan Mattanews.co ke beberapa tempat wisata di Bandung, Jumat (11/12/2020)
Bunga padma yang ada di atas gedung, yang berfungsi sebagai penangkal petir tersebut berjumlah 6 buah, jumlah tersebut melambangkan biaya pembangunan gedung.
“Bangunan gedung menggunakan dana sebesar 6 Juta Golden, pada zaman Belanda saat pembangunan di tahun 1920-1924 lalu,” bebernya.
Perempuan pemilik senyum manis ini, mengatakan bahwa bangunan gedung tua itu, juga mengkombinasikan kan 5 unsur Agama, ada Kubah Masjid, bentuk Wihara, ada ukiran Tionghoa dan juga ada juga seperti Pura yang melambangkan agama Hindu.
“Di depan gedung juga terdapat Prasasti untuk mengenang 7 orang yang mengalahkan pasukan Burka,” tandasnya.
Karena zona merah sehingga gedung tersebut tidak dibuka secara umum. Padahal jika hari normal, bangun tersebut sering dikunjungi oleh wisatawan yang keluar masuk.
Gedung ini juga berada tak jauh dari gedung Hotel Ibis yang dibangun 10 tahun lalu. Di atas danau Serapan Bandung, hotel ini bahkan belum diresmikan sampai sekarang. Atas permasalahan hingga membawa Gubernur sebelum Riduan Kamil masuk bui.
“Karena menandatangani perizinan pembuatan gedung, di atas danau serapan,” jelasnya.
Editor: Fly














