BERITA TERKINI

Masih Ada Sekolah Tatap Muka, Gubernur Sumsel: Surat Edaran Belum Sampai

×

Masih Ada Sekolah Tatap Muka, Gubernur Sumsel: Surat Edaran Belum Sampai

Sebarkan artikel ini

Reporter : Anang

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Belum lama ini, Gubernur Sumatra Selatan telah mengeluarkan surat edaran No.420/12553/Disdik.SS/2020 tentang Penundaan Pembelajaran Tatap Muka di Semester Genap 2020/2021 di Sumsel. Hal ini terkait dengan kebijakan di Sumsel yang menunda belajar tatap muka selama Covid-19 masih menyebar luas.

Namun sayangnya di Sumsel, masih ada sejumlah sekolah di kabupaten dan kota di wilayahnya yang masih kekeuh menerapkan belajar tatap muka. “Kita belum menerapkan sekolah tatap muka. Jadi sekolah masih belum boleh dilakukan. Surat edaran ini berlaku se-Sumsel. Jika masih ada yang terapkan belajar tatap muka, mungkin belum terima surat edaran,” kata Herman Deru, Senin (04/01/2020).

Ia mengatakan, semua kabupaten dan kota harus mengikuti surat edaran ini. Adapun dalam surat edaran tersebut, ada tiga poin yakni memperhatikan data perkembangan konfirmasi Covid-19 di Sumsel, masukan tim ahli gugus tugas dan instansi terkait, bahwa kondisi saat ini masih rentan penularan Covid-19.

Sehubungan hal itu, diimbau kepada Bupati dan Wali Kota se-Sumsel untuk menunda pembelajaran tatap muka di semua satuan pendidikan dan dialihkan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring/luring/modul pembelajaran lain yang sejenis kewenangannya.

Penundaan pembelajaran tatap muka dilakukan sampai dengan vaksin didistribusikan dan setelah itu dilihat perkembangan kasusnya per daerah. “Semua tatap muka kita larang, kita tetap daring karena kuatir penyebaran virus masih akan terjadi,” jelas dia.

Herman Deru menambahkan, anak-anak akan rentan terpapar Covid-19. Tidak ada yang dapat memastikan setiap kegiatan yang dilakukannya saat tatap muka, bisa aman dari risiko penularan.

“Covid-19 saja sudah masuk ke ibu hamil, bagaimana anak-anak. Apa lagi saya baca artikel jika virus terbaru telah bermutasi sehingga lebih ganas menyebarnya,” jelas dia.

Soal pemberian vaksin, dirinya mengatakan selain tenaga medis dan petugas kesehatan sebagai garda terdepan, pihaknya akan berupaya agar anak-anak juga masuk prioritas. Hanya saja sejauh ini pihaknya masih menunggu realisasi vaksin untuk Sumsel pada tahun 2021 ini, yakni bagi dua juta penduduk.

“Siswa tentu akan dilakukan vaksin juga secara masif di tahun mendatang. Syukur-syukur kita akan buka kembali sekolah pasca ada suntik vaksin. Namun jika memang ahli epidemiologi memperbolehkan, maka akan kita rencanakan kembali,” pungkasnya.

Editor : Chitet