BERITA TERKINI

Angka Kesembuhan Rendah, Bupati Ciamis Evaluasi Satgas Covid-19

×

Angka Kesembuhan Rendah, Bupati Ciamis Evaluasi Satgas Covid-19

Sebarkan artikel ini
Rapat evaluasi satgas covid-19 Ciamis
Rapat evaluasi satgas covid-19 Ciamis

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

Reporter : Alvine

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mengawali tahun 2021 dengan berstatus zona merah. Rendahnya angka kesembuhan dan kurangnya koordinasi dari satgas covid-19 Ciamis, menjadi faktor penyebab memerahnya level.

Kendati demikian, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya adakan rapat evaluasi penanganan covid-19 bersama para Kepala Puskesmas se- Kabupaten Ciamis bertempat di Aula Adipati Kusumadiningrat Setda Kabupaten Ciamis. Kamis, (14/01/21) didampingi Wabup Ciamis Yana D. Putra, Sekda, Kadinkes, dan Direktur RSUD.

“Para petugas Kesehatan dalam hal ini Kepala Puskesmas harus lebih bersinergi dengan Satgas Covid-19 baik di tingkat Kecamatan maupun di tingkat Desa dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid -19,” kata Herdiat.

Herdiat membeberkan beberapa kriteria yang membuat Kabupaten Ciamis saat ini berubah menjadi level merah, diantaranya jumlah kematian tidak lebih rendah dari rata-rata nasional, tingginya angka penularan, angka kesembuhan di bawah rata-rata nasional dan tempat isolasi ketersedianya kurang memenuhi.

Sehari sebelumya, Herdiat telah melakukan sidak ke Kantor BPBD Ciamis. Ia menyesalkan tidak adanya Posko satgas Covid-19 yang menurutnya BPBD merupakan garda ini untuk pemutusan mata rantai covid-19.

“Disamping itu semua, saya kira rendahnya angka kesembuhan yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Ciamis adalah tidak adanya laporan dari pasien yang sudah sembuh, entah itu dari pihak satgas covid-19 maupun dari pasien. Sehingga itu salah satu yang harus kita evaluasi,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Herdiat berharap kepada pihak puskesmas se-Kabupaten Ciamis untuk bisa lebih berkoordinasi dengan satgas covid-19 di tingkat Kecamatan dan Desa terkait laporan data kasus positif Covid-19, data kematian, maupun laporan data kesembuhan pasien covid-19.

“Saya tau, tenaga medis sudah lelah dan mungkin ada perasaan takut juga, maka saya sangat mengapresiasi dan berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu para tenaga medis termasuk yang di Puskesmas atas kinerja yang sebetulnya memang itu semua tidak mudah, dan bahkan berbahaya,” ungkapnya.

Terkait vaksinasi, Ia menjelaskan bahwa jumlah vaksin yang di rencanakan di tahap pertama sebanyak 3800, sementara berdasarkan hasil laporan yang diterima kemarin vaksin dari Provinsi Jawa Barat baru sekitar 2700 buah.

“Kehawatiran terkait vaksinasi tentu pasti ada, disisi lain juga kita takut terhadap virus covid-19, kita yakini saja bahwa pemerintah akan memberikan upaya yang terbaik untuk masyarakatnya, ” ujarnya.

“Kendati demikian, seperti yang kita lihat kemarin atas apa yang telah dilakukan oleh Presiden RI Jokowi Dodo itu juga merupakan upaya untuk meyakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa vaksin tersebut aman,” jelasnya.

Herdiat berharap para Kepala Puskesmas dapat mensosialisasikan hidup sehat dan bersih dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena bukan berarti dengan di Vaksin kita dapat terbebas sepenuhnya dari Covid 19.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Bapak dan Ibu para tenaga medis, tetap semangat, tetap layani masyarakat dengan baik dan semoga setelah usai penerapan PPKM ini Kabupaten Ciamis bisa kembali ke zona hijau,” tandasnya.

Dihubungi terpisah Kamis (14/1/2021) malam sekira Pukul 21.30 setelah mattanews.co mengkonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Bayu Yudiawan menuturkan, faktor utama kendala tersebut ada di pencatatan pelaporan.

“Memang ada keterlambatan pelaporan pasien sembuh untuk di entrikan dalam database nasional, akibatnya tercatat angka kesembuhan menjadi rendah,” ungkap dr Bayu.

Lanjutnya, koreksi sudah dilaksanakan dan ada kenaikan angka recovery rate per hari ini hampir 70%.

“Intinya Koordinasi akan segera diperbaiki sesuai masukan Bupati. Mudah-mudahan sampai akhir minggu bisa terkoreksi sampai angka diatas 80% dan level kembali menurun,” harapnya.

Editor : Chitet