BERITA TERKINI

Santri Ponpes yang Tenggelam di Ogan Ilir, Peraih Beasiswa ke Luar Negeri

×

Santri Ponpes yang Tenggelam di Ogan Ilir, Peraih Beasiswa ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Foto Ahmad Zaki Zikri (17), santri ponpes di Ogan Ilir Sumsel semasa hidup (Dede Febriansyah / Mattanews.co)
Foto Ahmad Zaki Zikri (17), santri ponpes di Ogan Ilir Sumsel semasa hidup (Dede Febriansyah / Mattanews.co)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ahmad Zaki Zikri (17), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel), tenggelam dan hilang saat berenang di Sungai Ogan pada akhir Oktober 2020 lalu.

Kini, salah satu warga Ogan Ilir menemukan tulang belulang, yang diduga adalah bagian dari jasad santri ponpes tersebut.

Pengurus Ponpes Al-Ittifaqiah Bidang Peribadatan dan Pengasuhan Ogan Ilir, Zuhaironi (45) mengatakan, selama menjalani pendidikan, santri kelas XII tersebut dikenal sebagai murid yang baik dan pintar.

“Dia (korban) itu seorang hafidz Alquran, hafal 30 juz sejak naik kelas XII. Dan berencana ingin khatam Alquran lagi,” ujarnya di RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Rabu (3/2/2021).

Dikatakannya, santri yang hilang saat berenang sejak tiga bulan lalu tersebut, juga rencananya akan mengambil beasiswa kuliah luar negeri usai lulus dari Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya.

“Makanya dia mau mengkhatam Alquran lagi, untuk memantapkan beasiswa ke luar negeri,” katanya.

Sementara itu kakak korban Ahmad Ahnaf (22) menuturkan, korban merupakan sosok anak yang penurut dan dikenal rajin membantu mengerjakan pekerjaan di rumah.

“Kalau libur, adik saya ini sering bantu orang tua di rumah. Seperti membantu bapak memberi pakan udang dan mengerjakan pekerjaan di rumah,” ucapnya.

Ahmad Ahnaf juga mengenang, jika sang adik dikenal sangat hobi membaca. Bahkan tak jarang dia sering membelikan beberapa buka bacaan ke adiknya.

“Dari dulu dia memang senang membaca, sering saya belikan buku untuk baca-baca seperti novel. Dan terakhir saya kasih dia dua buku untuk dibacanya,” katanya.