MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Pengerjaan proyek di SDN 04 Nagari Tanjung menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang tengah berlangsung tersebut dinilai minim keterbukaan informasi dan memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat.
Sekolah Dasar Negeri 04 Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang ini diketahui beberapa tahun lalu telah menerima bantuan dari maskapai Lion Air yang dikerjakan oleh ACT. Kondisi atap bangunan sebelumnya pun dinilai masih cukup baik. Namun kini atap tersebut kembali diganti melalui proyek baru.
Di satu sisi, upaya kepala sekolah dalam memperjuangkan bantuan tambahan dinilai patut diapresiasi. Akan tetapi, muncul pertanyaan dari masyarakat terkait pemerataan bantuan pendidikan, mengingat masih banyak sekolah lain yang juga membutuhkan perhatian serupa agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan proyek.
Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala SDN 04 Nagari Tanjung, Akmal, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (23/5/2026), hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan maupun penjelasan yang diberikan.
Selain itu, awak media juga menemukan dugaan pelanggaran dalam pengerjaan proyek tersebut, di antaranya tidak adanya papan informasi atau plang proyek yang memuat sumber anggaran dan nilai dana kegiatan. Tak hanya itu, para pekerja juga terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), padahal mereka bekerja di ketinggian yang memiliki risiko keselamatan kerja.
Dalam upaya memperoleh penjelasan, awak media turut menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar, Dr. Alfi, melalui WhatsApp. Namun jawaban yang diberikan masih belum jelas.
“Kami akan klarifikasi ke Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD),” ungkapnya singkat.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik, apakah mekanisme pengerjaan proyek bantuan memang diperbolehkan tanpa keterbukaan informasi sejak awal, atau justru ada hal-hal yang sengaja ditutup-tutupi dalam pelaksanaannya.
Menariknya, beberapa jam setelah konfirmasi dilakukan kepada kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan, papan plang proyek tiba-tiba dipasang di lokasi pekerjaan. Meski demikian, hingga kini para pekerja masih belum terlihat menggunakan APD saat bekerja.















