Reporter: Daud
PALEMBANG, Mattanews.co – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMAN) 21 Sumatera Selatan (Sumsel), tetap menggunakan Protokol Kesehatan.
Hal ini terlihat pada saat MPLS siswa baru di Aula SMAN 21 di Jalan. HM. Yusuf Senen, Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa. Kabupaten Banyu Asin, Sumatera Selatan.
Terhitung 360 siswa-siswi baru dibagi menjadi dua sesi dalam kegiatan MPLS tersebut.
Saat di temui di ruang kerjanya Kepala Sekolah SMAN 21 Zulkarnain mengatakan, dari 360 siswa yang diterima terbagi dalam 10 kelas.
“Hari ini kami datangkan semua siswa-siswi peserta didik yang baru ini guna mengikuti MPLS,” ujar Zul, Kamis (16/7/2020).
“Dengan catatan tetap kita terapkan sistem protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah,” sambungnya.
Dua season ini diterangkan Zulkarnain, dengan jeda waktu mulai dari 07:30 sampai 09:00 WIB, sedangkan untuk di season ke dua 09:30 sampai 11:00 WIB.
Tidak hanya itu siswa dan pihak sekolah tetap diberikan jarak supaya apa yang di perintahkan oleh dinas Pendidikan dan Pemerintah tetap patuhi di SMAN 21 ini.
“Untuk pemateri yang akan mengisi kegiatan MPLS kita hari ini langsung dari Dosen Ekonomi Politeknik Universitas Sriwijaya Palembang Dr. Markoni Badri,” singkatnya.
Tidak hanya motivator saja yang mengisi materi pada hari ini, SMAN 21 juga dibantu dari Penyuluh Narkoba Ahli Muda dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel. Guna memberikan pencerahan bagi siswa-siswi tentang bahaya Narkoba.
Sementara itu, Dosen Ekonomi Politekhnik Universitas Sriwijaya Palembang Dr. Markoni Badri mengatakan, untuk kegiatan MPLS ini dirinya mengakui bahwasanya memberi materi dihadapan anak SMA itu jauh lebih sulit dibandingkan memberi materi dan motivasi dihadapan orang kantoran.
Pasalnya materi yang disampaikan haruslah pas dan mudah dicerna baik bagi para peserta didik yang mengikuti MPLS di SMAN 21 ini.
“Untuk materi yang saya pilih juga merupakan materi bagaimana cara menimbulkan rasa ketertarikan siswa itu sendiri dalam menempa ilmu pendidikan, yakni salah satunya dengan menggunakan sistem digital yang saat ini berkembang begitu pesat,” ujarnya Markoni usai memberikan materi mativasi di hadapan siswa-siswi SMAN 21.
Ditempat yang terpisah, Penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel Yulita, SKM dan Rolena SKM menjelaskan, tujuan dengan kedatangan pihaknya ke SMAN 21 ini merupakan salah satu momen dimana mereka mampu menjelaskan bagaimana bahaya dari Narkoba dan obat-obatan terlarang.
Lanjut Yeni menambahkan, BNNP Sumsel sendiri gencar dalam menyalurkan ilmunya dengan cara melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Sumsel tentunya.
“Hal ini diperuntukkan guna memutus mata rantai perkembangan dan peredaran Narkoba di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Mudah-mudahan dengan adanya penyuluhan ini dapat memotivasi generasi muda tidak hanya di SMAN 21 saja melainkan seluruh Indonesia, bahwasany pemuda dan pemudi Indonesia Say No To Drug.
Editor: Fly














