MATTANEWS.CO – Adik-adikku di SMA Muhammadiyah Batusangkar yang saya banggakan,
Hari ini kalian duduk di bangku sekolah yang menyandang nama besar: Muhammadiyah. Nama itu bukan sekadar papan nama, melainkan amanah. Muhammadiyah berarti pengikut Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kalian dituntut bukan hanya menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, berilmu, dan bermanfaat bagi sesama.
Batusangkar adalah tanah para ulama, pejuang, dan cadiak pandai. Dari Luhak Nan Tuo telah lahir banyak tokoh yang mengharumkan nama Sumatera Barat bahkan Indonesia. Pertanyaannya, 20 tahun lagi siapa yang akan mengharumkan nama Batusangkar? Jawabannya ada di ruang kelas ini. Jawabannya adalah kalian.
Saya tahu, belajar itu melelahkan. Kadang bosan dengan rumus, tugas, dan ujian. Kadang melihat teman asyik bermain ponsel atau gim, sementara kalian harus berangkat ke sekolah sejak pagi. Namun, ingatlah tiga hal berikut.
1. Masa Depan Ditentukan dari Apa yang Kalian Kerjakan Hari Ini
Ilmu yang kalian pelajari sekarang, baik Matematika, Bahasa Inggris, Agama, maupun IPA, bukan untuk guru, melainkan untuk masa depan kalian sendiri.
Anak Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku dan pencipta perubahan. Ingin menjadi dokter? Belajarlah sungguh-sungguh mulai sekarang. Ingin menjadi insinyur? Kuasai rumusnya mulai hari ini. Ingin menjadi ulama? Perkuat ilmu agama sejak dini.
2. Akhlak Lebih Utama daripada Prestasi
Muhammadiyah mengajarkan Islam Berkemajuan. Artinya, maju dalam ilmu pengetahuan sekaligus mulia dalam akhlak.
Pintar tetapi sombong tidak ada gunanya. Juara kelas tetapi durhaka kepada orang tua tidak akan membawa keberkahan.
Jadilah anak yang menghormati guru, menyapa dengan salam, menolong teman yang kesusahan, dan membimbing adik kelas yang membutuhkan bantuan. Itulah karakter sejati anak Muhammadiyah.
3. Jangan Takut Gagal, Takutlah Jika Tidak Pernah Mencoba
Thomas Edison mengalami ribuan kegagalan sebelum berhasil menemukan lampu pijar. Jika baru sekali gagal dalam ulangan lalu menyerah, tentu itu sebuah kerugian.
Ikutilah lomba, organisasi, Rohis, maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Kalah bukanlah masalah. Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba, karena dari sanalah mental juara dibentuk.
Adik-adikku,
Ponsel boleh semakin canggih, tetapi jangan sampai cita-cita kalian lebih kecil daripada layar ponsel yang kalian genggam.
Dunia membutuhkan generasi muda Tanah Datar yang cerdas, beriman, dan berani. Generasi yang mampu menjaga falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Generasi yang mampu membaca Al-Qur’an, sekaligus mampu membaca peluang dunia.
Guru-guru kalian telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Orang tua kalian telah berjuang dan berkorban demi pendidikan kalian. Kini giliran kalian membuktikan bahwa pengorbanan itu tidak sia-sia.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Maka manfaatkan setiap kesempatan belajar, baik di kelas, di perpustakaan, maupun melalui teknologi yang ada di tangan kalian.
Jangan bertanya, “Kapan saya sukses?” Tetapi bertanyalah, “Apa yang sudah saya lakukan hari ini untuk meraih kesuksesan?”
Batusangkar menunggu karya kalian. Muhammadiyah menunggu kebanggaan dari kalian. Indonesia menunggu lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan dari SMA Muhammadiyah Batusangkar.
Selamat belajar, selamat berjuang. Jadilah pelita yang menerangi, bukan sekadar penonton.
Saya bangga karena saya adalah alumni SMA Muhammadiyah Batusangkar, angkatan 1991.
M Rafi : Alumni SMA Muhammadiyah Batusangkar, Angkatan 1991














