NUSANTARA

Anggota DPD Dapil Papua Barat Menyayangkan Sikap Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

×

Anggota DPD Dapil Papua Barat Menyayangkan Sikap Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini

Reporter : Mokhsen

FAKFAK, Mattanews.co – Bangsa Indonesia sedang dalam berjuang melawan Covid-19 yang sudah menelan ratusan korban jiwa yang di pertaruhkan nyawa para Dokter dan medis di Indonesia serta mengeluarkan berbagai aturan dan larangan agar masyarakat tidak boleh mudik, keluar rumah bahkan untuk beribadah secara berjamaah di tempat ibadah pun tidak diperbolehkan dan juga di beberapa daerah telah melaksanakan karantina mandiri dan mengeluarkan aturan keluar rumah pada jam tertentu.

Semua yang dilakakukan pemerintah semata mata adalah untuk memutuskan mata rantai Covid-19 tersebut, karena pemerintah mempunyai tanggung jawab dan rasa sayang terhadap rakyatnya, ataukah hanya sebuah sandiawara?

Demikian dikatakan Sanusi Rahaningmas. selaku Anggota DPD RI Dapil Papua Barat, menanggapi situasi di negara RI saat dilanda virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya, dmana dalam kondisi Covid – 19 saat ini semua aturan ditegahkan sampai pada ancaman kepada kepala-kepala daerah yang coba bermain atau menyalahgunakan anggaran untuk penangan Covid-19 akan dipenjara seumur hidup.

Namun dibalik itu pemerintah Indonesia memperbolehkan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Cina masuk ke Sulawesi Tenggara.

“Ini adalah satu bentuk penghianatan dan pelecehan terhadap sebuah komitmen pemerintah yang sedang gencarnya melawan Covid-19 dengan menganggarkan dana ratutasan Trilliun,” tutur Sanusi Rahaningmas melalui pesan WhatsAap nya, Jumat (01/05/2020)

Hal ini, lanjutnya bahwa menjadi sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo. Sebenarnya ada apa dibalik Negara dalam menghadapi Covis-19 ini ?

Sehingga banyak hal yang sepertinya entah sengaja atau tidak dilakukan demi kepentingan pejabat tertentu diantaranya dalam menganggarkan 5.6 Triliun untuk kartu prakerja yg hanya habis untuk kegiatan pelatihan yg dikelolah oleh oknum oknum pejabat di Istana yg menuai berbagai kritikan dan sorotan dari berbagai kalangan di Indonesia yg sangat Prihatin dengan kondisi ekonomi bangsa saat ini.

Dikatatakan Anggota DPD RI Dapil Papua Barat ini bahwa satu masalah belum selesai, muncul lagi keinginan untuk mendatangkan 500 orang TKA Asal Cina yang notabene adalah Negara yg pertama kalinya di serang Covid-19.

“Ada apa sebenarnya ? apakah hal tersebut diketahui Presiden atau tidak?,” ucap Sanusi yang biasa disapa dengan sebutan MSR itu.

Dengan demikian, lanjut mantan anggota DPRD Papua Barat 3 periode itu meminta pertanggung jawaban Menteri Tenaga Kerja dan Transimigrasi dalam hal ini agar masyarakat Indonesia tahu bahwa meskipun mereka dilarang keluar rumah maupun mudik, tapi pemerintah bisa memperbolehkan TKA asal Cina sebanyak 500 orang untuk datang ke Indonesia khususnuya sulawesi Tenggara.

“Dalam rangka apa sebenarnya ? sehingga kelak tidak ada dusta diantara Pemerintah dan Rakyat Indonesia,” tutupnya.

Editor : Anang