Angka Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu-lintas di Tulungagung Meningkat Sepanjang Tahun 2022

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Kepala Kepolisian Resor Tulungagung Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Hartanto, S.I.K., M.H., mengungkapkan data kejadian kecelakaan dan pelanggaran lalu-lintas sepanjang tahun 2022 mengalami kenaikan.

Pasalnya, kejadian laka tahun 2021 dibanding tahun 2022 mengalami kenaikan sebanyak 289 atau 31,48 persen yaitu dari 918 menjadi 1.207 dan angka meninggal dunia tahun 2021 sebanyak 126 orang sedangkan tahun 2022 sebanyak 145 orang meningkat sebanyak 15,07 persen.

Pernyataan ini dikatakan Mantan Kapolres Lhokseumawe Polda Aceh dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2022 bertempat di halaman Mapolres Tulungagung, Jumat (30/12/2022) Sore.

“Sepanjang tahun 2022, jumlah kejadian laka lantas 1.207, korban meninggal dunia 145 orang, luka berat 2 orang, luka ringan 2.153 orang, dan kerugian material 1.141.800,00,” ucap Eko.

“Data tabrak lari tahun 2022 sebanyak 16 kasus sedangkan 3 kasus sudah diungkap,” imbuhnya.

“Adapun profesi korban laka lantas terbanyak adalah dari karyawan atau swasta sebanyak 1.229 orang dan yang kedua adalah pelajar atau mahasiswa sebanyak 862 orang,” kata Eko menambahkan.

Perwira Polisi kelahiran asli Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah menambahkan pihaknya menyebut ada beberapa faktor laka lantas di Tulungagung mengalami peningkatan.

Faktor manusia, lanjut Eko, akibat dari keterampilan mengemudi yang buruk, kelelahan dijalan, tidak tertib lalu-lintas dan pengaruh alkohol saat berkendara.

Bacaan Lainnya

Kedua, faktor kendaraan yang tidak sesuai spektek, tidak uji laik kendaraan dan memodifikasi kendaraan.

“Ketiga, faktor cuaca pada saat musim penghujan menyebabkan jalan licin sehingga terjadi laka lantas. Selain itu, kondisi jalan rusak atau berlubang,” tambahnya.

“Dan yang terakhir penindakan pelanggaran lalu-lintas yang tidak maksimal karena hanya menggunakan ETLE Statis dan Mobile sehingga tidak dapat menjangkau di semua titik daerah rawan laka lantas,” sambungnya.

“Adapun upaya yang dilakukan yakni pemasangan banner rawan laka pasa lokasi blackspot, patroli, memberikan imbauan tertib lalu lintas melalui publik adress, binluh maupun media sosial, penindakan pelanggaran lalu lintas dengan ETLE Statis dan Mobile,” kata Eko menambahkan.

Lebih lanjut Eko menjelaskan Adapun data pelanggaran lantas sepanjang tahun 2022 telah melakukan tilang sebanyak 11.000 pelanggaran. Secara terperinci, tilang manual sebanyak 6.847 dan ETLE sebanyak 4.153 serta teguran sebanyak 3.975.

“Tahun 2021 tilang sebanyak 4.334, rinciannya tilang manual 3710 dan ETLE sebanyak 624, dan teguran sebanyak 1892,” terangnya.

“Jumlah tilang mengalami kenaikan yaitu tahun 2021 sebanyak 4.334 dan tahun 2022 sebanyak 11.000. Sedangkan penindakan knalpot brong selama tahun 2022 sebanyak 360 unit,” sambungnya.

Menurut Eko, dengan meningkatnya kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas selama tahun 2022, pihaknya melakukan evaluasi untuk tahun depan untuk meningkatkan kinerja para anggotnya khusunya Satuan lalu-lintas (Satlantas).

“Semangat akan kita pompa terus kepada anggota, selain itu untuk metode dan cara agar kinerja anggota harus ditingkatkan,” tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait