Antisipasi Dinkes Tulungagung untuk Atasi Penyebaran Covid-19 Varian Delta

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr.Kasil Rohmat saat wawancara dengan awak media di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (24/6) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulungagung bergerak cepat mengantisipasi virus Corona varian Delta yang diindikasi sebagai penyebab terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Tulungagung.

Saat dijumpai, usai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rohmat menjelaskan, indikasi persebaran varian Delta di Tulungagung berasal klaster dari Bangkalan Pulau Madura.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak mengetahui hingga saat ini jumlahnya berapa,” ujarnya di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (24/6/2021) kemarin.

“Namun meski demikian dari sampel diambil untuk 7 orang dan hasilnya menunjukkan 3 orang meninggal akibat varian Delta tersebut,” imbuhnya.

Kata Dia, adanya indikasi virus Corona varian Delta yang sudah masuk di Tulungagung itu, sambung Kasil, pihak Pemkab bergerak cepat guna mencegah dan mengantisipasi agar tidak menyebar.

Sebagai antisipasi, pihaknya sudah berkoordinasi ke Bupati, bahwa varian Delta mempunyai ciri yang sama dengan virus Corona selama ini, namun yang membedakan terkait cara penularan lebih cepat dan meluas.

Salah satu upaya dari pihak Pemkab yakni dengan menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19, mengundang seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait diantaranya mempersiapkan tempat hunian bagi pasien terkonfirmasi.

Sedangkan, lanjut Kadinkes Tulungagung itu menerangkan, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Iskak, saat ini total tempat hunian tempat tidur ada 471, sudah terisi 301 dan masih kosong 170 sehingga persentasenya 63 persen per hari kemarin.

“Perlu diketahui, jumlah kapasitas hunian dr. Iskak sekarang ada 600 sedangkan di rumah sakit lain hanya menyediakan 1 saja atau 2 itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyediakan 30 persen untuk menampung pasien tersebut,” imbuhnya.

Kadinkes itu pun menjelaskan, sudah ada hitungan terkait potensi jika terjadi lonjakan Covid-19 penyebab varian Delta, namun kendati demikian, ia berharap semoga hal tersebut tidak terjadi dalam sepekan kedepan.

“Kenaikan 30-50 persen prediktif (prediksi.red) dan ini belum terbukti sebagai gambaran jika menyebarnya varian Delta tersebut,” sambungnya.

Kata Dia, mari kita bersama seluruh elemen saling menjaga dan mencegah, agar persebaran varian Delta tidak meluas di Tulungagung.

Selain dengan vaksinasi tetap kita selesaikan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro lebih efektif lagi agar penanganan Covid-19 tidak terpengaruh dengan perekonomian.

“Artinya jika ada kasus di tingkat rukun tetangga (RT) maka hanya tempat tersebut yang dilokalisir bukan seperti dulu langsung lockdown,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait