MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Menyambut musim kemarau pertengahan tahun dan ancaman “Godzilla El Nino” 2026, PT Dinamika Multi Prakarsa (DMP) bersama PT Gading Tirta Mandiri (GTM) memperkuat barisan pencegahan kebakaran.
Dua perusahaan di bawah Karyamas Plantation – Region Kenepai ini menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan serta Penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan, dan Perkebunan selama dua hari, 15–16 April 2026, bertempat di Long House Kawi Estate.
Kegiatan strategis ini merangkul 10 pemangku kepentingan utama BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Pangan, Manggala Agni DAOPS Semitau, Camat Semitau, Danramil Semitau, Kapolsek Semitau, kepala desa se-Kecamatan Semitau, kepala dusun, patih desa, tokoh adat, serta staf dan karyawan PT Kapuasindo Palm Industry yang turut mendukung.
*Hari Pertama: Satukan Pemahaman, Tegaskan Regulasi*
Rabu (15/4/2026), forum dibuka dengan pemaparan komprehensif. Peserta mendapat pemahaman soal dampak karhutla dari sisi ekonomi, ekologi, dan kesehatan, regulasi yang mengatur, serta praktik kelola lahan tanpa bakar. Estate Manager Kawi Estate, Gokhan Togatorop, menegaskan posisi perusahaan.
“Kegiatan ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk berkontribusi aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kami meyakini langkah ini harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat serta seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Gokhan menambahkan, PT DMP dan PT GTM tidak main-main soal kesiapan. Perusahaan berkomitmen mencegah karhutla dengan memenuhi sarana dan prasarana pemadaman kebakaran berdasarkan peraturan terkait.
“Kami juga telah membentuk Kelompok Tanggap Darurat pada masing-masing unit. Secara rutin kami melakukan pelatihan-pelatihan setiap tahun terkait karhutla serta pelatihan internal kepada karyawan.”ujarnya
*BPBD: Musim Berladang Segera Tiba, Komunikasi Jadi Kunci*
Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, mengingatkan bahwa pertengahan tahun adalah pintu masuk musim kemarau sekaligus musim berladang masyarakat.
“Musim berladang masyarakat biasanya dilakukan dengan cara membakar lahan untuk disiapkan dalam memasuki musim tanam,” katanya.
Ia meluruskan bahwa membakar ladang sebagai kearifan lokal diperbolehkan dalam peraturan terkait. Namun ada syarat penting.
“Melalui kegiatan yang dilakukan PT DMP dan PT GTM ini, harapannya masyarakat dapat mendapatkan pengetahuan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga harus secara aktif melakukan komunikasi kepada pihak desa maupun perusahaan ketika akan membakar ladang agar mencegah hal yang tidak diinginkan.”tuturnya.
Gunawan kembali mengingatkan ancaman “Godzilla El Nino” yang bisa memperpanjang kemarau dan meningkatkan risiko kebakaran. Kesiapsiagaan seluruh pihak, menurutnya, tidak bisa ditawar.
*Hari Kedua: Keringat di Lapangan, Simulasi Pemadaman Nyata*
Kamis (16/4/2026), giliran praktik. Peserta turun ke lapangan untuk pelatihan penggunaan peralatan pemadam dan simulasi langkah awal penanganan kebakaran.
Skenario dibuat mendekati kondisi riil: sumber air terbatas, akses sulit, dan arah angin berubah cepat.
Dalam sesi materi, Kabid III Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dari Manggala Agni, Dedy Sentosa, memberi penekanan filosofis sekaligus teknis.
“Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana dengan risiko yang besar, baik ekonomi, ekologi, maupun kesehatan. Api yang kecil akan bermanfaat bagi kita, namun api yang terlalu besar akan menjadi bencana bagi kita,” ucapnya.
Dedy menegaskan, efektivitas penanganan sangat bergantung pada komunikasi terstruktur dan koordinasi solid.
“Kondisi di lapangan sering menghadapi berbagai kendala seperti akses sulit, keterbatasan sumber air, hingga perubahan arah angin yang cepat,” tambahnya.
*DLH Tekankan 5R, Camat Ajak Jaga Wilayah Bersama*
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kapuas Hulu, Indra Kumara, menegaskan pencegahan karhutla sebagai bagian dari menjaga kelestarian lingkungan.
Ia mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar peduli terhadap pengelolaan sampah dengan menerapkan Prinsip 5R: _reduce, reuse, recycle, replace,_ dan _replant_.
Dukungan penuh datang dari Kecamatan Semitau. Mewakili Camat, Sekretaris Camat menyampaikan apresiasi atas sinergi PT DMP dan PT GTM, pemerintah, dan masyarakat.
“Kami sangat mendukung sinergi ini dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan potensi kebakaran mengingat akan memasuki kemarau pada pertengahan tahun,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta menjaga wilayah bersama agar tetap aman, sehat, dan terbebas dari ancaman karhutla.
*Ditutup Komitmen 10 Lembaga*
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara dan Komitmen Bersama pencegahan karhutla oleh 10 perwakilan: BPBD Kapuas Hulu, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Manggala Agni, manajemen PT DMP dan PT GTM, Camat Semitau/mewakili, Kapolsek Semitau/mewakili, Danramil Semitau/mewakili, perwakilan tokoh adat, serta kepala desa setempat.
Komitmen bersama ini diharapkan menjadi dasar kuat mendukung program pemerintah mencegah karhutla dan kabut asap. Dengan kesepahaman lintas sektor, upaya pencegahan ditargetkan lebih optimal dan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. (*)














