BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Geger, Dua Wanita di Palembang Jadi Korban Pamer Kemaluan

×

Geger, Dua Wanita di Palembang Jadi Korban Pamer Kemaluan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Aksi ekshibisionis (pamer kemaluan) kembali menghantui ruang publik di Kota Palembang. Kali ini, dua perempuan yang belum diketahui identitasnya diduga menjadi korban saat melintas di kawasan Jalan Balayuda, Ario Kemuning, tak jauh dari SMA Muhammadiyah 1 Palembang, Sumatera Selatan. Selasa (21/4/2026).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang pria misterius yang mengendarai sepeda motor matic diduga melakukan aksi tak senonoh di hadapan korban. Momen tersebut sempat direkam dan videonya kini viral di media sosial, khususnya Instagram, sejak Selasa pagi (21/4/2026).

Rekaman yang beredar memperlihatkan dugaan tindakan tidak senonoh pelaku terhadap korban yang tengah melintas. Viralitas video itu pun memicu keresahan warga, terutama terkait keamanan perempuan di kawasan tersebut.

Meski sudah ramai diperbincangkan, hingga kini peristiwa tersebut belum dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian.

Ketua RT 11 setempat, Heriyanto, membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayahnya. Namun, ia mengaku belum mengetahui identitas para korban.

“Kalau kejadiannya memang benar terjadi di sini. Namun sampai saat ini kami belum menerima laporan dari korban. Kami juga belum tahu apakah korban merupakan warga sini atau hanya kebetulan melintas,” ujar Heriyanto saat ditemui, Selasa siang.

Ia mengimbau agar korban segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, khususnya Polsek setempat, agar pelaku dapat segera diproses hukum.

Heriyanto juga menjelaskan, kondisi di lokasi kejadian memiliki tingkat keramaian yang fluktuatif. Pada pagi hari, kawasan tersebut cukup ramai oleh aktivitas pelajar, namun di luar jam itu cenderung sepi.

“Kalau pagi hari sekitar pukul 06.00 sampai 07.00 WIB, lokasi ini ramai karena banyak anak sekolah. Tapi setelah itu, kondisi jalan relatif sepi, hanya dilalui kendaraan yang melintas. Ini yang membuat wilayah tersebut rawan,” jelasnya.

Saat ini, pihak RT masih menunggu laporan resmi dari korban untuk langkah lanjutan, termasuk koordinasi dengan aparat kepolisian.

“Kami berharap korban segera melapor. Jika sudah ada laporan, tentu akan kami tindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak berwajib agar pelaku bisa diproses sesuai hukum,” tegasnya.