BERITA TERKINI

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemkab OKI Bentuk Tim Pemantauan Covid-19

×

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemkab OKI Bentuk Tim Pemantauan Covid-19

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten OKI Sumsel Iskandar menggelar rapat penanganan Virus Corona (Nisya / Mattanews.co)

Reporter : Nisya 

OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Demi meningkatkan kewaspadaan terhadap merebaknya virus corona di beberapa daerah, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) Iskandar mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap resiko penularan Virus Corona.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI Sumsel juga langsung membentuk Satuan Tugas atau Gugus Tugas, yang secara intens akan dikomandoi oleh BPBD Kabupaten OKI.

“Gugus Tugas agar melakukan upaya antisipasi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan identifikasi dan pendataan warga Kabupaten OKI. Terutama yang mengalami indikasi klinis Virus Corona maupun mempunyai histori perjalanan ke luar negeri atau wilayah lain yang terjangkit dalam kurun waktu 2 minggu ini,” ujar Bupati Iskandar, saat memimpin rapat antisipasi penanganan Covid-19 di Kayuagung, Selasa, (18/3/2020).

Dia mengharapkan gejala-gejala klinis Covid-19 tersebut, dapat dipantau oleh pihak Puskesmas dan pusat layanan kesehatan. Termasuk keluhan-keluhan ISPA atau DBD agar dipantau dan dilaporkan secara rutin ke Bupati OKI.

Dirinya beserta jajaran juga terus mendorong langkah setiap instansi, untuk melakukan tindakan preventif sesuai kebutuhan dan lingkup kegiatannya masing-masing.

Seperti dengan melakukan penundaan sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat, pemantauan pasien dengan keluhan ISPA dan demam berdarah.

Untuk lingkungan sekolah, Iskandar menginstruksikan untuk meliburkan sekolah 14 hari ke depan. Namun dengan catatan agar siswa belajar di rumah bukan berlibur.

“Untuk kepada Diknas untuk dipantau program pembelajaran di rumah, seperti melalui aplikasi rumah belajar, libatkan orang tua dan guru,” katanya.

Terkait diliburkannya siswa sekolah, Iskandar juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja memantau kegiatan anak dan remaja usia sekolah di luaran.

Untuk area pelayanan publik, Iskandar menegaskan agar diperkuat dengan kesiapsiagaan dengan penyediaan berbagai alat pendeteksi dan pencegah Virus Corona.

Yaitu thermal gun atau alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer serta alat cuci tangan dengan menambah jumlah wastafel maupun pipa air.

“Untuk pelayanan publik tidak mungkin jika harus kita liburkan namun harus disesuaikan Standar Prosedurnya (SOP). Kita tidak akan menghentikan pelayan, tetapi kita melakukan berbagai kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara bersama- sama,” ujarnya.

Kepada perusahaan, Iskandar meminta harus melakukan protokol kesehatan menyiapkan thermal gun, hand sanitizer. Lalu menyiapkan tempat cuci tangan dan menyiapkan masker, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Khusus untuk keberadaan tenaga kerja asing (TKA), lanjutnya, untuk dilakukan pengawasan melekat dan pengecekan kesehatan rutin.

“Dinas terkait jalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk perusahaan untuk mengecek TKA yang dipekerjakan, juga riwayat kesehatanya,” ungkap dia.

Iskandar berpesan kepada masyarakat untuk tidak perlu panik menyikapi pandemik Covid 19. Pemkab OKI juga sudah mengambil langkah-langkah antisipatif, yang mengikuti prosedur protokol nasional.

“Untuk tetap tenang, jangan panik karena justru kepanikan akan menimbulkan kerentanan secara fisik dan psikis terpenting tetap jaga pola hidup bersih dan sehat,” pesan Iskandar.

Kepala BPBD OKI Listiadi Martin mengatakan, pihaknya telah membuat keputusan mengikuti format yang ada di pusat bahwa BPBD sebagai ketua , Dinkes sebagai sekretaris merangkap juru bicara.

Menurutnya, satgas ini nantinya memiliki tugas yakni melakukan deteksi dini bersama instansi, terkait lewat posko aduan yang terstruktur mulai dari tingkat desa kemudian kecamatan.

“Posko ini menjadi penting untuk menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin mengkonfirmasi atau mungkin mengalami gejala deman,” katanya.

Editor : Nefri