BERITA TERKINI

Antusias Masyarakat Datangi Bazar Pangan Murah di Kalidawir, Ini Harapan Kepala DKP Tulungagung

×

Antusias Masyarakat Datangi Bazar Pangan Murah di Kalidawir, Ini Harapan Kepala DKP Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar Bazar Pangan Murah di halaman kantor Kecamatan Kalidawir setempat, Selasa (7/11/2023).

Pantauan media ini, antusias masyarakat terlihat rela mengantri mulai pukul 07.00 WIB demi mendapatkan bahan pokok beras dengan harga murah.

Saat dijumpai, Kepala DKP Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya menggelar bazar pangan murah ini dalam upaya pengendalian dan stabilisasi harga utamanya bahan pokok beras.

“Iya benar, bazar pangan murah ini digelar dalam rangka untuk menekan angka inflasi. Inflasi itu terkait pengendalian harga dan stabilisasi harga. Dan, kebetulan kita stabilisasi harga utamanya harga beras,” ucap Mantan Camat Karangrejo, Pemkab Tulungagung.

Agus menambahkan kegiatan Bazar Pangan Murah yang dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Kalidawir merupakan program yang sudah direncanakan di bulan November ini.

“Bazar Pangan Murah ini serentak ada 4 titik di November ini, pertama kita laksanakan di halaman kantor Kecamatan Kalidawir pada Selasa (7/11) hari ini. Selanjutnya nanti setiap hari Selasa bergerak di Kecamatan Tulungagung Kota, Kauman, dan Gondang, begitu terus hingga menjangkau di seluruh Kabupaten Tulungagung,” tambahnya.

Menurut Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Tulungagung itu, menyebut bazar pangan murah ini bertujuan menekan angka inflasi.

Selain itu, sambung dia, kegiatan ini juga pengendalian harga sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar.

“Dimana bazar pangan murah ini kita laksanakan untuk mendapatkan harga bahan pokok pangan dengan harga murah artinya dibawah harga pasar,” ujarnya.

“Beras itu HET (Harga Eceran Tertinggi) per kilogram Rp. 10.900,- dijual 5 kg harga Rp. 52.000,-. Berarti dibawah HET, diketahui harga dipasaran untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sekelas medium itu Rp. 13.000,- dikalikan 5 kg sudah Rp. 65.000,-. Jadi dengan bazar pangan murah ini harga selisih kisaran Rp. 13.000,-” imbuhnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan kegiatan bazar pangan murah ini tidak hanya menyediakan beras, juga ada minyak goreng dari Bulog dengan harga standar yakni Rp. 16.000,-.

Disamping itu, jelas dia, juga menyediakan telur dan sayur-sayuran hasil binaan yang diambilkan langsung dari Pagerwojo dan Sendang, sehingga masih dalam keadaan segar. Sayuran tersebut menggunakan pupuk organik, jadi tidak mengandung residu berbahaya dan dijual dengan harga murah sebagai pelengkap dari bahan pokok seperti beras.

“Selain itu kegiatan bazar pangan murah ini juga bekerja dengan UMKM dengan menampilkan produk-produk lokal setempat,” terangnya.

“Kami berharap dengan digelarnya bazar pangan murah bisa pengendalian harga, tetap bisa menekan angka inflasi tetap dibawah inflasi nasional, sedangkan untuk Tulungagung sendiri stabil,” sambungnya.

“Memberikan keringanan kepada masyarakat agar mereka lebih mudah dalam mendapatkan bahan pokok khususnya beras dengan harga murah, sehingga mereka tidak keberatan ini yang kita maksudkan. Tentunya, harapan saya baik stakeholder lainnya juga mendukung kegiatan ini sehingga bisa berkelanjutan karena efeknya sangat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Kepala DKP Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Agus Suswantoro, S.Sos., M.Si., bersama staf dinas setempat saat Bazar Pangan Murah, Selasa (7/11) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

Tempat sama, Sringah (55) warga Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung mengaku bersyukur adanya kegiatan bazar pangan murah yang digelar oleh DKP Kabupaten Tulungagung.

“Alhamdulillah, maturnuwun (terima kasih) kepada Pemkab Tulungagung adanya bazar pangan murah ini. Saya tadi beli beras 5 kilogram harga murah cuma Rp. 52.000,- dan minyak goreng dari Bulog,” ujarnya.

“Saya berharap mudah-mudahan selanjutnya harga murah ini terus dilakukan oleh Pemkab Tulungagung, sehingga kami bisa menjangkaunya,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mayah (53) warga Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir rela datang lebih pagi agar bisa mengantri dalam bazar pangan murah.

“Saya tadi beli beras 5 kilogram Rp. 52.000,- dan minyak goreng Rp. 16.000,- harga selisih sekali dengan dipasaran. Disamping itu juga belanja untuk kebutuhan sehari-hari seperti sawi 1 kg Rp. 8.000, lombok ijo Rp. 35. 000 1 kg, wortel Rp. 10.000 setengah kilo, cabe kriting 1 kg Rp. 60. 000 tapi beli seperempat kilo Rp. 15.000. Disini harga lebih murah dibandingkan beli di pasar,” ungkapnya.

“Saya berharap kepada Pemkab Tulungagung, mudah-mudahan harga murah sering dilaksanakan sehingga bisa membantu mengurangi beban kami sebagai rakyat kecil,” sambungnya.