MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmat, MMRS., mengungkapkan antusias masyarakat dalam mengikuti vaksinasi booster Covid-19 sangat cukup tinggi.
Vaksinasi Booster merupakan dosis vaksin ketiga yang bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap suatu penyakit. Hal ini dibutuhkan lantaran efektivitas beberapa vaksin dalam melawan penyakit bisa menurun setelah dalam jangka waktu tertentu.
“Jadi begini, minat masyarakat sangat cukup tinggi dalam ikut vaksin ketiga ini, setiap hari dosis booster sekira 4000 an yang mendaftar,” kata dr. Kasil usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Pamor Keris di halaman Pemkab Tulungagung, Senin (24/1/2022).
“Sementara vaksin booster baru dilayani di Rumah Sakit saja,” imbuhnya.
Ia menambahkan, sebenarnya sesuai skema dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini untuk Pusat Kesehatan Masyarakat memfokuskan pada vaksin dosis satu dan dua. Sedangkan untuk rumah sakit memberikan pelayanan vaksinasi booster.
Menurut dia, dalam pelaksanaan vaksinasi booster belum bisa secara optimal, salah satu faktornya belum melibatkan pihak Puskesmas.
“Iya benar, jika dengan skema ini masih belum bisa cepat, karena Puskesmas belum terlibat,” tambahnya.
“Nanti kalau target vaksin lansia kedua harus lebih 50 persen sudah terpenuhi, sekarang masih angka 44 persen kurang 5 koma sekian persen, jika sudah tercapai baru Puskesmas kita akan libatkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Kasil menjelaskan, persediaan stok vaksin dengan simulasi skema seperti sekarang dipandang masih cukup. Namun demikian, kalau sudah melibatkan pihak Puskesmas optimis akan lebih cepat.
Kita menyadari pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan terhadap vaksin booster tidak setiap hari, walaupun antusias masyarakat cukup tinggi.
“Jadi yang mendaftar itu pada masing-masing tempat itu banyak, tapi dalam pelayanan tidak setiap hari. Kita menyadari pihak rumah sakit masih ada memberikan pelayanan lain selain vaksin booster. Ada yang dalam satu minggu melayani dua kali, tiga kali, bahkan ada yang hanya satu kali saja,” terangnya.
“Pada intinya, saat ini kita fokus dulu selesaikan vaksin lansia dosis kedua hingga selesai, baru setelah itu kita libatkan Puskesmas bisa membantu,” tandasnya.














