Apel Siaga Nasional, TPKN Siap Jalankan Misi

MATTANEWS.CO, SULBAR – Gelaran Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara (TPKN) Bergerak yang dilakukan secara serentak melalui Daring langsung dari Kabupaten Subang Provinsi Jawa barat, terhadap 514 Kabupaten/kota setanah air (Kamis, 12 mei 2022).

Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak dipastikan telah siap menjalankan misi utama melakukan pendampingan tiga kelompok sasaran dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting di tiap daerah.

Untuk tingkat kabupaten Mamuju yang dipusatkan di aula kantor bupati, apel siaga juga diwarnai pengucapan ikrar Tim pendamping yang disaksikan oleh Bupati Mamuju Hj.Sitti Sutinah Suhardi.

Bacaan Lainnya

Tim yang terdiri dari bidan, kader tim Penggerak PKK dan kader KB ini bertugas untuk mendampingi 3 kelompok masyarakat, yakni calon pengantin, ibu hamil dan ibu pasca melahirkan.

Dalam acara Apel Siaga yang juga dihadiri oleh kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi barat, Nuryamin,STP.,MM, dan Kepala BKKBN kabupaten mamuju dr.Hajrah As’ad.

Dikesenpatan itu, Bupati Mamuju menyampaikan, meski mamuju telah berhasil menurunkan angka stunting cukup signifikan dari 43 persen menjadi 30,3 persen, namun secara umum mamuju masih menjadi penyumbang ke tiga tertinggi di sulawesi barat.

Dalam angka prevalensi stunting setelah kabupaten Polman dan Majene, bahkan yang lebih ironis lagi untuk tingkat provinsi, Sulawesi barat menempati urutan ke dua tertinggi angka stunting dengan persentase 33 persen dari angka nasional yang hanya 24 persen.

“Ini tentu bukan prestasi, dan ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegas Sutinah Suhardi.

Bahkan secara khusus Sutinah, berpesan agar personil Tim Pendamping haruslah berkompeten dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai penyuluh yang benar-benar turun ke masyarakat agar dapat mendapingi kelompok rentan dan juga membangun kesadaran kolektif.

“Pentingnya melakukan pencegahan stunting demi lahirnya generasi emas yang sehat dan berprestasi,” kata Bupati.

Hal lain kata bupati, secara umum pemerintah kabupaten mamuju telah banyak melakukan langkah dalam mengintervensi masalah kesehatan yang tentu berkenaan dengan angka stunting, bahkan program dari lintas OPD juga telah dimaksimalkan.

Ia menyebutkan, salah satu yang cukup signifikan dari sektor kesehatan, pemerintah kabupaten mamuju telah berhasil mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta dalam bentuk kepertaan BPJS kesehatan.

Atas hal itu Sutinah menjamin hampir semua masyarakat mamuju telah dapat terakomodasi pada BPJS kesehatan, dengan itu diharapkan juga akan menjadi penunjang peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang secara khusus dapat menekan risiko terjadinya stunting.

Sebelum itu, kepala BKKBN Sulbar, Nuryamin, menginformasikan bahwa anggota tim pendamping yang direkrut sebanyak 480 orang, dengan setiap desa mendapatkan 3 orang pendamping.

“Melalui program ini, diharapkan generasi yang lahir di Kabupaten Mamuju dan Sulawesi Barat ke depannya merupakan generasi yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Bagikan :

Pos terkait