NUSANTARA

Atasi Karhutla, BPBD Batanghari Kekurangan Peralatan dan Personel

×

Atasi Karhutla, BPBD Batanghari Kekurangan Peralatan dan Personel

Sebarkan artikel ini
Posko BPBD Kabupaten Batanghari Jambi (Dewan Richardi / Mattanews.co)

Reporter : Dewan richardi

Batanghari, Mattanews.co – Aksi tanggap darurat untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Jambi.

Dalam menanggulangi karhutla ini, BPBD Kabupaten Batanghari Jambi merasakan kendala di bidang fasilitas sarana dan prasarana.

Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari Samral Lubis, mengungkapkan minimnya fasiitas di Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras), menyebabkan lambatnya pergerakan anggotanya dalam menghadapi karhutla.

“Kita berharap Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Batanghari Jambi, mencari solusi serta jalan keluar atas minimnya peralatan yang ada saat ini,” katanya, Jumat (1/11/2019).

Kendati peralatan yang minim, namun BPBD Kabupaten Batanghari Jambi masih terus menggelar tanggap darurat karhutla. Karena sampai saat ini masih status kemarau, yang dibarengi hujan sesekali.

Selain kekurangan sarana dan prasarana, BPBD Kabupaten Batanghari Jambi juga minim akan personel dan peralatan kerja.

“Kekurangan peralatan seperti selang air karena yang ada sudah rapuh, mobil tangki pemadaman kita hanya punya satu unit, dengan kapasitas hanya 5.000 liter. Apalagi BMKG Jambi memprediksikan di tahun 2020 mendatang, kita akan menghadapi musim kemarau yang lebih lama” ucapnya.

Terkait curah hujan yang masih sangat rendah, dia mengatakan di bulan Agustus 2019 lalu, Kabupaten Batanghari hanya diguyur hujan selama dua hari dengan intensitas rendah. Begitu juga di bulan September dan Oktober 2019, dengan curah hujan yang tidak merata.

Meskipun diprediksi Provinsi Jambi akan memasuki pancaroba peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, namun mereka masih menunggu data BMKG Provinsi Jambi.

“BPBD Kabupaten Batanghari Jambi masih dalam status tanggap darurat, kita akan terus memonitoring hotspot yang ada,” katanya.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat, agar selalu waspada terkait perubahan cuaca. Yang dapat mengakibatkan longsor bagi pemukiman di bantaran sungai Batanghari, angin puting beliung dan bencana lainnya.

Jika status karhutla sudah dicabut, masyarakat juga harus bersiap menghadapi musim hujan. Musim hujan ini juga bisa membawa bencana baru, yaitu angin puting beliung, keretakan tanah di pinggiran bantaran Sungai Batanghari yang padat pemukiman warga, serta tanah longsor.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat dengan peralihan cuaca ini agar, menjaga kesehatan dan menghindari penyakit. Karena biasanya dengan perubahan cuaca itu akan menimbulkan segala macam penyakit,” ujarnya.

Editor : Nefri