Awas! Twitter Akan Suspend Akun yang Sebar Hoax Soal Vaksin Covid-19

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, JAKARTA– Twitter telah mengambil langkah untuk memberantas hoax vaksin Covid-19. Twitter menyatakan akan menerapkan peringatan pada cuitan yang berisi misinformasi atau informasi menyesatkan tentang vaksin Covid-19, sekaligus menegakkan ketentuan yang bisa membuat pengguna dilarang secara permanen karena pelanggaran berulang.

Bacaan Lainnya

Twitter mulai melabeli tweet yang membagikan informasi menyesatkan tentang vaksin Covid-19. Label tersebut akan menyertakan tautan ke informasi yang relevan dari badan resmi seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Twitter juga berencana untuk memberlakukan sistem lima teguran untuk pelanggar berulang yang dapat menyebabkan akun terkunci dan penangguhan permanen.

Berikut teguran yang dilayangkan Twitter kepada pengguna yang menyesatkan informasi.
1. Peringatan pertama: tidak ada tindakan pada akun
2. Peringatan kedua: akun akan dikunci selama 12 jam
3. Peringatan ketiga: akun akan dikunci selama 12 jam
4. Peringatan keempat: akun akan dikunci 7 hari
5. Peringatan kelima: penangguhan akun permanen.

Label baru tersebut mirip dengan spanduk anti-misinformasi Facebook atau label yang mulai diterapkan Twitter pada awal pandemi. Mereka muncul sebagai teks di bawah tweet yang dianggap menyesatkan, dengan disertakan link ke informasi dari sumber resmi atau aturan Twitter.

Twitter mengatakan pihaknya menerapkan label ini melalui kombinasi sistem tinjauan manusia dan otomatis dan memulai peluncurannya dengan konten berbahasa Inggris terlebih dahulu.

Dilansir dari The Verge, Rabu (3/3/2021), Twitter memiliki kriteria khusus untuk pelabelan dalam kebijakan informasi menyesatkan Covid-19, tetapi secara umum, perusahaan menargetkan lima kategori informasi palsu atau menyesatkan:
1. Informasi yang salah tentang sifat virus
2. Informasi yang salah tentang kemanjuran pengobatan dan tindakan pencegahan
3. Informasi yang salah tentang peraturan, batasan, dan pengecualian terkait dengan nasihat kesehatan
4. Informasi yang salah tentang prevalensi virus dan risiko infeksi atau kematian
5. Afiliasi yang menyesatkan, misalnya, mengaku sebagai dokter atau pejabat kesehatan masyarakat.

Label juga dimasukkan ke dalam sistem serangan baru untuk misinformasi Covid-19. Sekali tweet berbahaya diberi label, akan dihitung sebagai satu teguran.

Jika Twitter menentukan informasi yang salah sangat berbahaya dalam mempertanyakan perawatan Covid-19 dan memicu konspirasi yang lebih besar yang terkait dengan virus.

Seperti diketahui bahwa Twitter memperkenalkan kebijakan pandemi Covid-19 setahun yang lalu. Pasalnya, seiring meluasnya penyebaran vaksin Covid-19, masyarakat terus beralih ke Twitter untuk menemukan informasi kesehatan terbaru.

“Mulai hari ini, kami akan mulai menerapkan label ke cuitan yang mungkin berisi informasi menyesatkan tentang vaksin Covid-19, selain upaya berkelanjutan kami untuk menghapus informasi menyesatkan Covid-19 yang paling berbahaya,” tulis Twitter dalam blog resminya, seperti dikutip Mattanews.co, Kamis (4/3/2021).

Sejak diperkenalkannya panduan Covid-19, Twitter telah menghapus lebih dari 8.400 cuitan dan menantang 11,5 juta akun di seluruh dunia.

Selain itu, Twitter juga memperkenalkan sistem pelanggaran baru aturan terkait pandemi Covid-19. Dalam sistem tersebut, pengguna Twitter akan diberikan teguran berdasarkan pelanggaran yang dilakukan.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait