BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Bantah Isu PETI di Desa Perigi, Polsek Silat Hilir Turun Cek Langsung: Hasil Nihil

×

Bantah Isu PETI di Desa Perigi, Polsek Silat Hilir Turun Cek Langsung: Hasil Nihil

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Isu dugaan Pertambangan Emas Tanpa Izin PETI di Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, langsung direspons cepat oleh Polsek Silat Hilir. Selasa 2 Juni 2026, jajaran Polsek turun ke lokasi yang disebut dalam pemberitaan media online untuk melakukan pengecekan lapangan.

Hasilnya tidak ditemukan aktivitas tambang ilegal, tidak ada pekerja, dan tidak ada alat berat di lokasi.

Tindakan cepat ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

Polsek Silat Hilir tidak menunggu laporan resmi, tetapi langsung bergerak setelah membaca pemberitaan yang viral.

Kegiatan pengecekan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Kapolsek Silat Hilir IPDA Amarullah Abidin, memimpin langsung tim di lapangan. Ia didampingi Kepala Desa Perigi Yustandi yang mengetahui betul kondisi wilayahnya.

Turut serta dalam rombongan Bripka Ali Syafaruddin, Brigadir Wayan Pradita, dan Bripda Ryo Indrasingh Ray. Bersama perangkat desa dan beberapa warga, tim menyisir area yang disebut-sebut dalam berita online sebagai titik aktivitas PETI.

Pengecekan dilakukan secara teliti. Setiap sudut lokasi, bekas galian, hingga jalur sungai diperiksa. Tujuannya satu memastikan kebenaran informasi yang sudah terlanjur beredar luas di masyarakat

Setelah hampir dua jam melakukan peninjauan, tim tidak menemukan satupun bukti aktivitas pertambangan tanpa izin. Tidak ada pekerja tambang yang sedang beraktivitas, tidak ada lubang galian baru, dan yang paling penting tidak ada alat atau mesin yang biasa digunakan untuk PETI seperti mesin dompeng, pompa air, ataupun genset.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas pertambangan tanpa izin maupun pekerja yang melakukan kegiatan penambangan. Selain itu, alat maupun mesin yang diduga digunakan untuk kegiatan PETI juga tidak ditemukan di lokasi tersebut,” jelas IPDA Amarullah Abidin.

Menurut IPDA Amarullah, kondisi lokasi justru terlihat normal seperti area perkebunan dan semak belukar biasa.

‘Tidak ada tanda-tanda kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang, “tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Perigi, Yustandi memberikan keterangan penting yang meluruskan isi pemberitaan.

Menurutnya, nama yang disebut dalam berita online tidak tercatat sebagai warga yang berdomisili di Desa Perigi.

Lebih mengejutkan, Yustandi juga menyebut dokumentasi foto yang dimuat dalam pemberitaan diduga tidak sesuai dengan kondisi dan geografis Desa Perigi.

“Lokasi dan kondisi di foto tidak sama dengan wilayah kami. Kami khawatir masyarakat jadi salah paham,” ujarnya.

Menurutnya, klarifikasi ini penting untuk mengembalikan nama baik desa dan menghindari keresahan warga.

IPDA Amarullah Abidin menegaskan, Polsek Silat Hilir akan selalu tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum, termasuk PETI yang merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan.

Namun di sisi lain, polisi juga harus responsif dan cepat memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kegaduhan informasi.

“Kegiatan ini merupakan langkah cepat kepolisian dalam menyikapi setiap informasi dan laporan yang berkembang di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun pelanggaran hukum di wilayah hukum Polsek Silat Hilir,” tegas Kapolsek.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.

Jika ada dugaan pelanggaran, sebaiknya langsung melapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat agar bisa dicek kebenarannya, bukan langsung diviralkan.

Ditambahkan Kapolsek, meski hasil pengecekan nihil temuan, Polsek Silat Hilir menegaskan tidak akan lengah.
Patroli dan pemantauan wilayah, terutama di titik rawan, akan terus ditingkatkan secara berkala.

“Sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat juga akan diperkuat untuk mencegah munculnya aktivitas PETI sejak dini, “tutup Kapolsek IPDA Amarullah Abidin. (*)