MATTANEWS.CO, PALEMBANG – BBPJN Sumatera Selatan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan, penerapan sistem manajemen mutu & pengendalian mutu pelaksanaan pekerjaan, penyediaan dan pengujian bahan dan peralatan serta keselamatan dan laik fungsi jalan dan jembatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Wilayah kerja BBPJN Sumatera Selatan meliputi ruas jalan nasional sepanjang 1.600 Km dan jembatan sebanyak 481 buah.
“Menjelang momen Natal dan Tahun Baru, kami memastikan kondisi jalan nasional mulus,” jelas Kgs Syaiful Anwar, Kepala BBPJN Wilayah Sumsel, kemarin (17/12/2021).
Pada semester I tahun anggaran 2021 tercatat kemantapan jalan di Provinsi Sumatera Selatan yakni 89,47 persen. Sementara untuk kondisi kemantapan jembatan di semester I tahun 2021 70,54 persen, sehingga menjelang Hari Raya Natal 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022, jalan nasional bisa digunakan untuk semua aktivitas masyarakat. BBPJN Sumatera Selatan juga tetap melakukan pekerjaan penanganan zero pothole, preservasi jembatan, preservasi rekontruksi dan rehabilitasi jalan serta penanganan drainase.
Bahkan ditengah musim penghujan, BBPJN Sumatera Selatan tetap menyiapkan posko di sepanjang jalan nasional sebagai bentuk antisipasi terjadinya bencana banjir maupun longsor yang dapat berimbas pada kondisi kemantapan jalan. “Posko tersebut akan dilengkapi petugas serta sejumlah peralatan untuk menangani kondisi jalan manakala dibutuhkan dan sebagai antisipasi rawan bencana,” jelasnya.
Di Provinsi Sumatera Selatan, BBPJN Sumsel telah menyediakan 20 posko dengan 97 alat DRU. Hal itu dikarenakan berdasar monitoring dan pemetaan, di Provinsi ada 25 titik rawan longsor, 26 titik rawan macet dan 4 titik rawan banjir. Adapun peralatan yang disiapkan di posko tersebut, seperti excavator, frader, dump truck, tronton, box culvert, jembatan bailey dan bronjong. Selain alat-alat berat juga ada petugas yang standby 24 jam di posko sehingga apabila terjadi masalah seperti longsor, alat dapat segera diturunkan sebagai penanganan darurat.
“Posko dan peralatan yang siaga itu tersebar di jalan lintas timur (jalintim), jalan lintas tengah Jalinteng) dan jalan lintas penghubung dan dalam Kota Palembang. BBPJN Sumatera Selatan telah memastikan jalan nasional di provinsi itu tetap ditangani untuk menuju target kemantapan jalan,” pungkasnya.














