BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Tahun Baru Islam dan Kawargian Panji Boma Jadi Momentum Merawat Warisan Leluhur

×

Tahun Baru Islam dan Kawargian Panji Boma Jadi Momentum Merawat Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Masyarakat Dusun Nanggela menggelar rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dipadukan dengan kegiatan Kawargian Panji Boma, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur, sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan pelestarian adat Sunda, Senin (29/06/2026).

Mengusung tema “Sisinglar Nyungsi Tali Paranti, Talari Sepuh Nu Kungsi Tumuwuh di Dusun Nanggela Bari Miara Kabuyutan Panji Boma”, kegiatan tersebut membawa semangat “Ngajaga Lembur, Ngaruat Tradisi, Nolak Balai”.

Tema itu menjadi pengingat pentingnya menjaga kampung halaman, melestarikan tradisi yang diwariskan para karuhun, serta memperkuat persatuan masyarakat melalui nilai-nilai budaya.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Sisinglar, doa dan zikir bersama pada 15 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan Gelar Seni Budaya Sunda yang menampilkan berbagai kesenian tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Tokoh masyarakat sekaligus Kuncen Kabuyutan Panji Boma, Karso, mengatakan bahwa Kabuyutan Panji Boma bukan sekadar situs peninggalan leluhur, tetapi juga menjadi simbol jati diri masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Tradisi ini merupakan amanah para karuhun. Melalui Kawargian Panji Boma, kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kabuyutan, merawat nilai-nilai budaya, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kawargian Panji Boma, Aco Karso, menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya yang telah hidup dan berkembang di Dusun Nanggela sejak lama.

“Kawargian ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga ruang edukasi budaya agar generasi muda mengenal sejarah, adat istiadat, dan filosofi kehidupan masyarakat Sunda yang diwariskan oleh para leluhur,” katanya.

Ketua Pelaksana, Asep Tatang Suwandi, S.P., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, tokoh adat, pemuda, hingga para seniman daerah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Dusun Nanggela kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dusun Nanggela, Aep Mulyana, memberikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Menurutnya, pelestarian tradisi merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas daerah.

“Tradisi seperti Kawargian Panji Boma harus terus dijaga karena menjadi warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial bagi masyarakat Dusun Nanggela,” ujarnya.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam dan Kawargian Panji Boma, masyarakat berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Semangat “Ngajaga Lembur, Ngaruat Tradisi, Nolak Balai” diharapkan menjadi pegangan bersama dalam menjaga harmoni, memperkuat persaudaraan dan merawat warisan leluhur bagi generasi yang akan datang.