MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang gelar sidang paripurna Pandangan umum fraksi terkait Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) APBK Aceh Tamiang tahun 2022, Selasa (6/9/2022).
Juru Bicara Fraksi Partai Aceh, Juniati S.Farm, A.pt mengatakan, Fraksi Partai Acch meminta agar kami minta agar Program atau kegiatan yang lebih memfokuskan untuk Pemulihan Perekonomian Masyarakat,
“Kita sama -sama mengetahui bahwa masyarakat kita dałam masa yang sangat sulit, karena saat ini kebutuhan bahan pokok masih tinggi di tambah lagi kenaikan Harga BBM,”ucapnya.
Selain itu, kepada Bupati Aceh Tamiang untuk dapat benar-benar memberikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat, dałam bantuan sosial, UMKM, dan Nelayan.
“Kita mengharapkan kepada dinas- dinas yang menghasilkan PAD agar dapat meningkatkan kualitas dan kinerjanya dałam pelayanan masyarakat sehingga dapat meningkatkan PAD yang lebih besar,”sebut Juru bicara PA.
Sementara itu, Juru Bicara Fraksi Amanat Persatuan dan Keadilan, Jayanti Sari, SH menyebutkan, meminta kepada Kepala Daerah untuk Iebih mengutamakan kepentingan-kepentingan yang betul- betul priori tas, seperti percepatan pembangunan Insfrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, pembangunan ekonomi masyarakat dan potensi unggulan daerah, reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan wisata- wisata unggulan yang ada di Aceh Tamiang.
“Terkait kenaikan harga — harga komoditas pangan dan kebutuhan pokok ditengah- tengah masyarakat, kepada Kepala Daerah melalui OPD-OPD terkait dapat melakukan tindakan nyata, seperti melakukan operasi pasar murah di seluruh Kecamatan- kecamatan, sehingga dapat mengurangi beban masyarakat”sebutnya.
Kita juga meminta kepada Bupati
Aceh Tamiang agar dapat menginstruksikan kepada kepala Kepala OPD dan seluruh jajarannya agar tidak mengendorkan kinerjanya dan dapat untuk lebih ditingkatkan lagi, jangan sampai berpikiran Kepala Daerah akan segera berakhir maka profesinalisme kinerjanya menurun, mengingat jabatan adalah amanah dari kewajiban yang harus kita tunaikan sebaik-baiknya untuk kemajuan Kabupaten Aceh Tamiang.
“Pemerintah Daerah untuk dapat memperhatikan dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang, terutama untuk Pendidikan tingkat perguruan tinggi. berdasarkan laporan dan masukkan yang kami terima, bahwasanya akses jalan masuk ke Universitas Islam Tamiang (UIT) lebih kurang 100 meter, ketika terjadi hujan kondisi jalan Untuk masuknya sangat memprihatinkan,”kata Jayanti Sari.
Dikesempatan yang sama, Juru Bicara Fraksi Tamiang Sepakat, Erawati Is mengatakan, sebagaimana yang telah disampaikan pada paripurna sebelumnnya, bahwa target pendapatan asli daerah untuk tahun 2022 diperkirakan berkurang sebesar Rp. 11.101.060.604,-, tentunya nominal ini cukup besar, seharusnya nominal sebesar ini cukup untuk mengakomodir beberapa jenis kegiatan.
“Untuk itu kami minta kepada Bupati Aceh Tamiang melalui OPD terkait agar dapat menjelaskan bagaimana system pengelolaan Pendapatan Asli Daerah yang telah dijalankan saat ini, sehingga menyebabkan berkurangnya asumsi Pendapatan Asli Daerah yang ada,”ujarnya.
Masih kata Erawati Is, Fraksi Tamiang Sepakat juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang agar dapat memaksimalkan serapan anggaran KUA PPAS Perubahan tahun Anggaran 2022 ini sehingga nantinya Program-Program yang ada didalamnya dapat secara optimal dirasakan dan dimanfaatkan oleh Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang.
“Sebagai mana yang kita ketahui bersama bahwa KUA dan PPAS Perubahan ini merupakan salah satu landasan dalam pelaksanaan dan pengelolaan APBK untuk itu diperlukan sebuah perencanaan yang matang, terarah, proporsional, obyektif dan transparan dengan tidak meninggalkan asas keadilan demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera sehingga nantinya tidak terjadi disparitas pembangunan antar satu Kecamatan dengan Kecamatan lain,”terang juru bicara Farksi Tamiang Sepakat.
Disisi lain, juru bicara Fraksi Partai Gerindra, Sarhadi mempertanyakan alasan penurunan target PAD Kabupaten Aceh Tamiang dari 126 Miliar menjadi 115 Miliar. Dan Akibat dari erosi, sehingga kondisi jalan lintas yang menghubungkan dari Semadam ke Kecamatan Tenggulun dan Tamiang hulu persisnya di perkebunan PT. Mopoli raya menyisakan badan jalan ASPALnya saja dengan di samping kanan kiri nya jurang dan sungai.
“Kami menekankan dalam penganggaran perubahan tahun 2022 itu harus menjadi Prioritas utama untuk segera di tangani sebelum ada jatuh korban jiwa,”imbuhnya.
Tentunnya, sambung Sarhadi, dengan kondisi jembatan penghubung Utama desa kaloy dan desa Perkebunan Pulau Tiga yang telah rusak pondasi jembatannya sehingga jembatan menjadi miring, yang dikhawatirkan akan terputus jembatan tersebut.
“Mengingat jembatan tersebut jalur transportasi masyarakat yang di gunakan lebih kurang 6.000 Jiwa dan merupakan jalur Utama anak sekolah baik dari SD, SMP dan SMA serta jalur perekonomian masyarakat. Maka kami meminta dalam penganggaran Perubahan tahun Anggaran 2022 itu harus menjadi Prioritas utama untuk segera di kerjakan,”pungkasnya.
Disamping itu, kami dari fraksi Partai Gerindra meminta kepada Bupati Aceh Tamiang Untuk menganggarkan perbaikan jalan yang terletak di Desa Sukaramai Satu Kecamatan seruway, berhubung Jalan tersebut dalam keadaan rusak parah akibat amblas dan telah bertahun tahun tidak di perbaiki dan kami meminta kepada Bupati Aceh Tamiang untuk memperbaiki jalan simpang Mopoli pulu tiga, karena jalan tersebut sudah rusak parah, untuk menghidari jatuh nya korban jiwa.
“Apa alasan terjadinya pengurangan anggaran belanja takbterduga dari 5 milar menjadi 3,8 miliar dan apa alasan dan dampak yang diharapkan dari penambahan pengeluaran pembiayan pada penyertaan modal daerah yang sebelumnya sebesar 3 miliar rupiah menjadi 6 miliar rupiah,”sebut Sarhadi.














