Begini Penjelasan Kadinkes Soal Pemberhentian 11 Nakes di Purwakarta

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr. Deni Darmawan membenarkan soal 11 tenaga kesehatan (Nakes) non ASN yang diberhentikan pada tanggal 1 Januari 2023.

Pemberhentian kontrak kerja dengan hormat terhadap 11 Nakes tersebut berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta Nomor: 440./7/42 _Dinkes/1/2023 Tentang pemberhentian kontrak kerja dengan hormat tenaga non ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Tahun 2023.

Surat keputusan pemberhentian dengan hormat 11 Nakes non ASN yang bertugas di sejumlah Puskesmas tersebut ditandatangani langsung Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta dr. Deni Darmawan, dimana surat keputusan tersebut berlaku mulai tanggal 1 Januari 2023.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Deni Darmawan membenarkan 11 Nakes non ASN tersebut diberhentikan.

“Mereka memang diberhentikan. Tapi diberhentikan dengan hormat karena kontrak kerja mereka sudah habis dan tidak diperpanjang,” ucapnya saat dihubungi melalui WhatsApp pada Selasa (17/01/2023).

Dia menjelaskan, dari 11 Nakes non ASN tersebut diberhentikan karena 10 orang diantaranya memang tidak mengajukan perpanjangan kontrak kerja.

Rata-rata Nakes non ASN tersebut mengundurkan diri karena memang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Sedangkan untuk salah satu dokter di Puskesmas Plered memang tidak diperpanjang kontrak kerjanya, berdasarkan evaluasi kepala puskesmas (Kapus) yang bersangkutan.

Bacaan Lainnya

“Rata-rata mereka memang tidak mengajukan perpanjangan kontrak kerja, dan ada 1 dokter yang memang tidak diperpanjang karena hasil evaluasi dan rekomendasi pimpinannya,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, ujar dr Deni, 11 Nakes non ASN yang diberhentikan dengan hormat tersebut mendapatkan sertifikasi penghargaan dari pihak Dinas Kesehatan.

“Sertifikat penghargaan itu sebagai wujud ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian mereka selama ini,”tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemberhentian tersebut dinilai tidak profesional oleh salah satu pegawai pada Puskesmas Plered yang namanya tercatat dalam SK tersebut yakni Dr. Dian Sriwidiati Karsoma.

Menurut Dian pihaknya sangat menyayangkan atas sikap dari dinas kesehatan dalam pemutusan kerja ini. Harusnya SK saya tidak disatukan dengan yang lainnya. Pasalnya, sebagian pegawai ada yang mengundurkan diri serta dalam hal SK ini dirinya menerima informasi pemberhentian itu melalui pesan singkat WhatsApp.

“Kita menerima pemberitahuan melalui pesan WhatsApp dan itupun informasi diberikan oleh Kepala Puskesmas (Kapus), pada Minggu 15 Januari 2023 bukan pada jam kerja. Dan ini saya sangat disayangkan sekali,” ujar Dian, pada media memalui pesan singkat WhatsApp. Senin (16/01/2022).

Dengan adanya hal tersebut pihaknya meminta segera kepada Dinkes untuk mengembalikan beberapa dokumen yakni, STR, SIP dan SK pengangkatan yang ada pada Dinkes dan Puskesmas Plered.

“Kenapa saya minta dokumen itu untuk segera dikembalikan. Itu untuk menghindari penyalahgunaan dan menjaga penyelewengan karena dokumen tersebut menyangkut perhitungan dana kapitasi BPJS. Nah, kalau THL nya tidak diperpanjang SIP nya masih di pakai di BPJS apa tidak?,” kata Dian.

Sebagai penutup Dian mempertanyakan kenapa yang sedang dalam proses kasus hukum tidak di mutasikan juga?, Ada apa dengan Kapus Plered yang masih menjabat hingga kini?.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait