MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Sebanyak 1.125 Pramuka Siaga dari 18 Kwartir Ranting se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti Pesta Siaga Cabang Sidoarjo 2026 di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir, Minggu (9/8/2026).
Uniknya, kegiatan tahun ini dikemas dalam permainan dan tantangan bertema “Pencarian Harta Karun Jenggala” untuk mengenalkan nilai-nilai karakter sekaligus kearifan budaya lokal Sidoarjo kepada generasi muda.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana tersebut mengajak siswa kelas I hingga IV sekolah dasar belajar sambil bermain melalui berbagai permainan edukatif. Selain mengasah keterampilan dan kreativitas, peserta juga diperkenalkan dengan sejarah dan budaya lokal, khususnya jejak Kerajaan Jenggala yang pernah berkembang di wilayah Sidoarjo.
Wabup Mimik Idayana mengatakan, Pesta Siaga merupakan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak untuk menanamkan berbagai nilai positif. Mulai dari kejujuran, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kreativitas hingga tanggung jawab.
“Hari ini kita akan berpetualang dalam “Pencarian Harta Karun Jenggala”, kalau dengar kata-kata harta karun, mungkin yang kalian bayangkan adalah emas atau uang yang banyak. Tapi di sini enggak, ya, anak-anakku. Karena hari ini kita akan mencari harta karun yang jauh lebih berharga, yaitu kejujuran, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kreativitas, dan tanggung jawab. Inilah harta karun yang akan kalian dapatkan nanti,” ucapnya.
Menurut Mimik, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi kenangan menyenangkan bagi peserta, tetapi juga membentuk keberanian dan karakter positif. Ia berpesan agar para Pramuka Siaga tidak takut mencoba berbagai tantangan serta membiasakan diri saling membantu.
“Nanti kalau ada teman yang kesulitan, ya kita bantu. Kalau ada teman yang belum bisa, ya kita ajari. Dan kalau ada perbedaan, kita juga harus saling menghargai. Karena Pramuka Siaga itu harus ceria, ramah, rajin, berani, dan suka berbuat baik,” pesannya.
Ketua Pelaksana Pesta Siaga Cabang Sidoarjo 2026, Ifa Ratnasari, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti 125 Barung. Setiap Barung terdiri atas delapan anak dan didampingi satu pembina, sehingga total peserta mencapai 1.125 orang.
“Barung itu adalah satuan terkecil dalam kelompok Pramuka Siaga yang beranggotakan enam sampai delapan anak. Pesertanya dari seluruh sekolah SD se-Kabupaten Sidoarjo dan diikuti 18 Kwartir Ranting,” jelas Ifa.
Berbagai permainan edukatif disiapkan dalam lima anjungan dengan total 10 pos. Peserta diajak mengikuti permainan lempar bola dalam keranjang, memecahkan sandi, menata puzzle, berjualan di kedai, scouting skill, hingga membuat kreasi gambar anyaman.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menguji keterampilan peserta. Setiap permainan juga dirancang untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya lokal Sidoarjo.
“Untuk pos-posnya, di anjungan 1 itu ada pos untuk Bakul Lepau atau Kedai Jenggala, ada scouting skill, dan menggambar menganyam. Jadi kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan motivasi belajar adik-adik, tapi juga meningkatkan nilai daya kreativitas dari adik-adik,” ujarnya.
Pesta Siaga yang juga dikenal sebagai Persari (Perkemahan Sehari), kegiatan kepramukaan diharapkan tidak hanya menjadi wadah bermain dan belajar, tetapi juga menjadi sarana menanamkan karakter sekaligus menjaga agar kearifan budaya lokal Sidoarjo tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ifa yang juga merupakan Andalan Bina Muda Golongan Siaga Kabupaten Sidoarjo itu mengatakan, pemilihan tema “Pencarian Harta Karun Jenggala” bukan tanpa alasan. Tema tersebut sengaja diangkat untuk kembali mengenalkan sejarah dan kearifan lokal Sidoarjo kepada generasi muda.
Menurutnya, masih banyak generasi saat ini yang belum mengetahui bahwa Kerajaan Jenggala pernah memiliki keterkaitan sejarah dengan wilayah Sidoarjo. Karena itu, pengenalan sejarah tersebut dikemas melalui permainan dan tantangan agar lebih mudah diterima anak-anak.
“Lewat Pesta Siaga, adik-adik selain juga berkegiatan, belajar, bermain, juga bisa mengenal nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.














