Belasan Unit Alat Berat Dibawa Keluar dari Lokasi PETI di Sarolangun Jambi

  • Whatsapp
Belasan unit alat berat jenis ekskavator dikeluarkan dari lokasi PETI, di sepanjang aliran Sungai Batang Limun dan kawasan hutan lindung Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun Jambi (Dok. Humas Polres Sarolangun / Mattanews.co)
Belasan unit alat berat jenis ekskavator dikeluarkan dari lokasi PETI, di sepanjang aliran Sungai Batang Limun dan kawasan hutan lindung Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun Jambi (Dok. Humas Polres Sarolangun / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, SAROLANGUN – Upaya persuasif yang dilakukan tim gabungan Polres Sarolangun dan Polda Jambi akhirnya menghasilkan kesepakatan. Yaitu meminta para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) untuk membawa alat berat jenis ekskavator keluar dari kawasan PETI di Kabupaten Sarolangun, Senin (25/1/2021).

Ada belasan unit alat berat jenis ekskavator dikeluarkan dari lokasi PETI, yang berada di sepanjang aliran Sungai Batang Limun dan kawasan hutan lindung Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun Jambi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim gabungan Polres Sarolangun bersama Subdit Ekonomi Direktorat Intelkam Polda Jambi. Dibantu aparat TNI Kodim 0420/Sarko, pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun serta tokoh masyarakat setempat.

“Ada 13 unit alat berat yang sudah dikeluarkan. Satu lagi masih di dalam (kawasan PETI), karena dalam keadaan rusak. Namun sudah mau dikeluarkan juga,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dari pertemuan yang sebelumnya. Yang sebelumnya digelar antara Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Jambi, Satintelkam Polres Sarolangun, para pemilik alat berat, serta tokoh masyarakat Limun.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para pemilik alat berat, yang telah bersedia mengeluarkan alatnya, dari lokasi PETI di Sungai Batang Limun dan Desa Lubuk Bedorong dengan aman dan kondusif,” ucapnya.

Menindaklanjuti masih maraknya aktivitas PETI di Provinsi Jambi, pemerintah daerah bersama kepolisian dan TNI akan melakukan langkah-langkah upaya pekerjaan alternatif.

Seperti melakukan pembinaan dan penyuluhan hukum, guna menjaga situasi kamtibmas di daerah di berbagai daerah di Jambi.

Namun diakuinya, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Seperti banyaknya masyarakat di sekitar PETI yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan ilegal tersebut.

“Kita mengimbau kepada masyarakat, untuk menjaga lingkungan dengan tidak lagi melakukan aktivitas PETI,” ucapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait