BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Bentrok di King Karaoke, Pria 53 Tahun Tewas Ditusuk, 1 Anggota TNI Luka

×

Bentrok di King Karaoke, Pria 53 Tahun Tewas Ditusuk, 1 Anggota TNI Luka

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SULBAR – Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Call Center 110, Piket Pamapta bersama Piket fungsi dan Tim URC Polresta Mamuju bergerak cepat ke TKP dugaan penganiayaan dengan senjata tajam di depan area parkir King Karaoke, Jalan Diponegoro, Mamuju, Sabtu (4/7/2026) dini hari.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Mamuju Kompol Agustinus Pigay membenarkan peristiwa tersebut.

Peristiwa sekitar pukul 02.44 Wita itu mengakibatkan korban seorang pria berinisial T (53), warga Kelurahan Binanga, meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Mamuju.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka sayat pada tangan kiri serta luka tusuk di bagian perut kiri atas yang menyebabkan perdarahan hebat.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya luka. Korban K (41), anggota TNI, mengalami dua luka tusuk pada bagian punggung dan masih dirawat intensif di RS Mitra Manakarra dalam kondisi sadar. Sementara D (24), warga Kelurahan Karema, mengalami luka dan nyeri pada bahu kiri serta telah mendapat perawatan.

Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika D mengaku menjadi korban pemukulan di salah satu tempat hiburan malam.

Saat keluarganya mendatangi lokasi untuk mencari informasi, mereka menemukan sekelompok orang terlibat perkelahian. Tidak lama kemudian, seorang pria ditemukan tergeletak bersimbah darah dan segera dievakuasi ke rumah sakit.

Berdasarkan Visum et Repertum Tim Forensik Biddokkes Polda Sulbar, korban meninggal mengalami luka tusuk pada bagian perut yang diduga menyebabkan perdarahan masif.

Dalam penanganan kasus ini, Polresta Mamuju telah mengamankan barang bukti sebilah badik dan seorang pria berinisial M.A.F. (20), warga Kelurahan Karema, yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Polresta Mamuju terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif kejadian.

Hingga saat ini, proses penyidikan masih berlangsung dan kepolisian belum menyampaikan motif pasti dari peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim mengimbau masyarakat, khususnya pengelola tempat hiburan malam, untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan lingkungan.

Polresta Mamuju juga berkomitmen menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat dan mengajak warga segera melapor jika melihat potensi gangguan kamtibmas.