MATTANEWS.CO, CIAMIS – Tindak kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis masih terjadi di Indonesia. Kali ini menimpa salah satu jurnalis media nasional Mattanews.co di Ciamis, Kayan Manggala.
Kayan Manggala menerima tindakan intimidasi dari tiga orang preman yang menyuruhnya untuk menghapus pemberitaan tentang keadaan Sungai Cimuntur Satu yang ada di Kabupaten Ciamis.
Ia mengatakan, bermula ketiga orang tersebut mengajaknya bertemu di sebuah Coffee Shop. Dalam pertemuan itu, ketiganya mengungkapkan maksudnya untuk menghapus pemberitaan tersebut.
Kayan menceritakan, dengan bahasa intimidasi, ketiga preman tersebut mengungkapkan, jika berita tersebut tidak dihapus, maka akan terjadi kontak fisik antara dirinya dan ketiga orang tersebut.
“Berita itu akan tetap ada, jika ingin menghapusnya silahkan hubungi kantor media saya,” ucap Kayan menceritakan kronologis kejadian saat ia diancam, Kamis (13/1/2022).
Saat itu salah satu dari ketiga orang tersebut justru makin marah dengan mengancam dirinya.
“Kalau dia sampai dipenjara, saya akan dihabisi (dibunuh) setelah dia keluar penjara,” ujarnya.
Saat ditanya siapa yang menyuruh ketiga orang tersebut, justru ketiganya terus mengancam sambil mengatakan, Sungai Cimuntur tersebut telah dilakukan pengerukan atau pembersihan.
Namun dari pemantauan selama peliputan, tidak ada proses pengerukan atau pembersihan aliran sungai tersebut.
Tidak hanya itu, menurut informasi yang didapatkan dari masyarakat, tidak ada yang melakukan pengerukan di aliran sungai tersebut, baik dari pihak swasta maupun dari pihak pemerintah, kali ini Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis.
“Salah satu dari mereka bilang, dia yang memegang tender untuk pengerukan aliran Sungai Cimuntur Satu beberapa waktu lalu,” jelas Kayan.
Terkait adanya tindakan pengancaman tersebut, pihak Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis melalui Pejabat Sementara Sekretaris DPRKPLH, Giyatno membantah pihaknya menyuruh orang untuk mengintervensi jurnalis Mattanews.co tersebut.
Saat dikonfirmasi, ia mengatakan ada kesalahpahaman saja. “Mungkin ada kesalahpahaman saja. Saya tidak pernah mengintimidasi terkait pemberitaan tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi Mattanews.co via pesan WhatsApp siang ini.
Ia juga mengatakan dirinya tidak mengetahui ada tindakan ancaman atau hal lain yang diterima jurnalis Mattanews.co.
“Saya tidak tahu jika ada intimidasi atau hal lain,” pungkasnya.
Hingga saat ini, korban akan melaporkan tindakan tersebut ke pihak berwajib jika ada intimidasi lanjutan dari ketiga orang tersebut.














