Berkah Final Piala Dunia, Warung Mang Ohim Purwakarta Laris Manis

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Final Piala Dunia yang di gelar tadi malam menjadi berkah tersendiri bagi Warung Mang Ohim, yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.

Pasalnya ratusan pengunjung datang kelokasi bukan hanya sekedar untuk mencicipi jajanan yang ada di warung mang ohim. Para pengunjung itu berdatangan sekaligus untuk melakukan aksi nonton bareng (Nobar) final pertandingan sepakbola Argentina melawan Prancis.

Salah satu pengunjung Dian Firmansyah mengatakan, dirinya sengaja datang ke lokasi untuk nobar pertandingan Argentina melawan Prancis.

“Seru rame-rame kang, kalau dirumah sepi paling hanya sama family saja. Kalau disini kan seru nontonya, bisa teriak lepas,” ucapnya. Minggu (19/12/2022).

Untuk diketahui pertandingan mendebarkan Argentina melawan Prancis menghabiskan waktu penuh selama 120 menit. Pada pertandingan itu Argentina akhirnya keluar sebagai juara pada partai puncak Final World Cup Qatar 2022 tadi malam di Stadion Lusail di Doha, Qatar.

Akan tetapi, kemenangan Argentina itu harus melalui pertarungan yang sengit dengan menghabiskan waktu normal 120 menit malam tadi. Mulai dari pertandingan waktu normal, extra time, hingga berujung penalti.

Hasil dari pertandingan pada babak pertama, Argentina unggul lebih awal lewat gol Lionel Messi pada menit (23′ PEN, 108′) dan Ángel Di María dimenit (36′).

Namun, pada babak kedua Kylian Mbappe membuat juara bertahan Prancis menyamakan kedudukan dengan cara yang spektakuler. Dengan hasilskor yang sama, akhirnya pertandingan dilanjutkan melalui perpanjangan waktu.

Bacaan Lainnya

Perpanjangan waktu pertama Messi membuat Argentina unggul dalam perpanjangan waktu sebelum akhirnya Mbappe menyelesaikan hattricknya dari titik penalti pada perpanjangan waktu kedua untuk mengirim permainan babak adu penalti.

Pertandingan malam tadi mencatatkan rekor baru buat Lionel Messi, sejauh ini Messi telah bermain dalam rekor pertandingan Piala Dunia ke-26 dan terakhirnya sekaligus menutup dongengnya dengan mengangkat trofi piala dunia pertama kalinya dan merupakan kehormatan besar dalam karirnya.

Ini adalah gelar Piala Dunia ketiga Argentina setelah kemenangan sebelumnya pada tahun 1978 dan 1986 dan satu itu legenda Argentina Maradona memenangkannya.

“Saya tidak percaya bahwa kami sangat menderita dalam pertandingan yang sempurna. Luar biasa, tetapi tim ini merespons segalanya,” kata pelatih kepala Argentina Lionel Scaloni, dikutip pada espn.

“Ini adalah grup yang menarik. Dengan pukulan yang kami terima hari ini, dengan hasil imbang, ini membuat anda emosional. Saya ingin memberitahu orang-orang untuk menikmatinya, ini adalah momen bersejarah bagi negara kita,” ujar Scaloni.

Sementara itu, Prancis, yang menjuarai turnamen edisi sebelumnya pada 2018, gagal menjadi tim pertama yang menjuarai Piala Dunia berturut-turut sejak Brasil pada 1962.

Jalannya pertandingan dengan masuknya Angel Di Maria atas Leandro Paredes menjadi satu-satunya perubahan bagi Argentina dari kemenangan semifinal atas Kroasia saat itu.

Kemudian Prancis membuat dua perubahan, saat Dayot Upamecano dan Adrien Rabiot menjadi starter, setelah absen dalam kemenangan semifinal melawan Maroko karena virus yang memengaruhi skuad minggu ini.

Prancis awalnya lamban, karena Mbappe nyaris tidak menyentuh sayap kiri pada tahap pembukaan. Sementara itu, rekannya dari Argentina Di Maria tampak berbahaya dan mendapatkan penalti pada menit ke-21 ketika ia terjatuh di bawah tekel canggung dari pemain Prancis Ousmane Dembele. Messi melangkah untuk mengkonversi dan dengan tenang menggulirkan bola ke pojok kiri bawah.

Di Maria sekali lagi menjadi bintang tak lama kemudian ketika Messi membebaskan gelandang Alexis Mac Allister di sayap kanan sebelum ia memberikan umpan kepada Di Maria yang datang dengan penuh semangat, yang berhasil melewati kiper Prancis Hugo Lloris.

Bagi Di Maria laga tadi adalah final ketiga berturut-turut dengan satu gol untuk Argentina, sebelumnya datang dalam kemenangan final Copa America 2021 atas Brasil.

Prancis sangat lemah di lini depan, dan pada menit ke-41, Deschamps melakukan pergantian pemain pertamanya, memasukkan Randal Kolo Muani dan Marcus Thuram menggantikan Olivier Giroud dan Dembele.

Argentina terus mendominasi di sebagian besar babak kedua, tetapi Prancis, yang membutuhkan waktu hingga 71 menit untuk mencatatkan tembakan. Bangkit di akhir pertandingan dan mendapat hadiah ketika pemain pengganti Kolo Muani memenangkan penalti dengan sisa waktu kurang dari 10 menit, yang mana Mbappe mencetak gol. Diketahui, Skor akhir penalti Argentina Vs Prancis 4-2.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait