BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Berkas Anggota DPRD Kota Dilimpahkan ke Polrestabes Palembang

×

Berkas Anggota DPRD Kota Dilimpahkan ke Polrestabes Palembang

Sebarkan artikel ini

* Terkait Pemukulan Terhadap Juwita Saat di SPBU Demang Lebar Daun Palembang

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Berkas perkara penganiayaan yang dilakukan Anggota DPRD Kota Palembang, Syukri Zen, akhirnya ditarik ke Satreskrim Polrestabes Palembang. Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif Kader Partai Gerindra Kota Palembang, Kamis (25/8/2022).

“Betul, laporan korban Juwita dan SZ sudah kita tarik kesini, Polrestabes Palembang. Kini kita masih lengkapi berkas perkaranya,” papar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, saat press release.

Syukri Zen ditetapkan sebagai tersangka, atas kasus penganiayaan yang terjadi di SPBU Demang Lebar Daun, Palembang, Kamis (5/8/2022) malam.

“Dari hasil penyelidikan kami, dicocokkan dengan keterangan lima orang saksi dan pengakuannya sendiri, MZ mengakui perbuatannya. MZ kita periksa sebagai tersangka,” ujarnya.

Syukri Zen dijemput paksa anggota Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang, Rabu (24/8/2022) malam.

“SZ kita jemput di rumahnya semalam tanpa ada perlawanan. Kita juga sudah memeriksa mobil yang digunakannya saat kejadian, namun platnya tidak sesuai dengan spec, nopolnya memang benar, sesuai dengan surat kendaraannya,” urai Bapak berpangkat melati tiga itu.

Orang nomor satu di Polrestabes Palembang ini menjabarkan, hasil visum rumah sakit menunjukkan korban mengalami kepala, bibir, jari dan tangan.

“Hasil visum dari rumah sakit sudah keluar. Berkas masih berjalan, untuk mediasi kedua belah pihak silahkan saja dilakukan mereka, apa pun keputusannya,” terangnya.

Kapolrestabes Palembang menjabarkan, kejadian tersebut berawal saat terjadi selisih paham dilokasi, sehingga terjadi anarkis yang menyebabkan korban Juwita terluka.

“Dari lokasi kejadian dan keterangan para saksi, MZ mencoba menyalip antrian BBM. Tidak terima, terjadilah keributan, anarkis hingga korban terluka,” tukasnya.