MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – tengah terik yang mulai mengeringkan lahan dan ancaman asap yang bisa datang kapan saja, satu kabar baik datang dari garis depan. Selasa, 8 September 2026, menjadi hari penting bagi Kabupaten Kapuas Hulu.
Kodim 1206 Putussibau menerima suntikan tenaga baru. Bukan pasukan tambahan, tapi senjata untuk melawan api 10 mesin pompa air, selang, nozzle, dan bantuan pembuatan sumur bor dari Karyamas Plantation melalui PT Buana Tunas Sejahtera.
Yogra Ujung, Government Relation Karyamas Plantation menyampaikan Ini bukan sekadar serah terima bantuan. Ini adalah deklarasi perang bersama melawan Karhutla.
“Kebakaran hutan dan lahan bukan musuh biasa. Ia bergerak cepat, melahap habis hutan, merusak paru-paru dunia, dan mencekik napas masyarakat dengan asap, “kata Yogra saat dikonfirmasi wartawan malam. Selasa (8 September 2026)
Lanjut Yogra, di saat seperti itulah, 1 menit keterlambatan bisa berarti ratusan hektar hangus. Menyadari hal itu, Karyamas Plantation turun langsung. Bantuan yang diserahkan bukan main-main.
*10 unit Mesin Pompa Air merk Honda* *10 selang hisap, 10 selang keluar*
*10 nozzle, dan 10 konektor*.

Ditambah lagi, perusahaan berkomitmen membantu pembuatan Sumur Bor di titik-titik rawan. Artinya, saat api muncul, sumber air tidak lagi jadi kendala.
Sementara itu, Komandan Kodim 1206 Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo berdiri tegak menerima bantuan tersebut. Matanya memandang tumpukan peralatan baru itu dengan lega.
“Bantuan Sarpras Damkar ini tentunya sangat membantu meningkatkan kesiapsiagaan personel Kodim 1206/Putussibau. Kami mengucapkan terima kasih kepada Karyamas Plantation atas dukungan yang diberikan. Sarana ini akan kami manfaatkan dan rawat dengan baik untuk mendukung tugas di lapangan,” tegasnya
Lebih dari itu, Dandim mengingatkan satu hal penting Karhutla tidak bisa dilawan sendirian.
“Ancaman Karhutla merupakan persoalan yang harus dihadapi secara bersama-sama. Tidak cukup hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, perusahaan, masyarakat dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.” tegas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.
Ia mempunyai kunci semakin cepat api ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Ditambahkan Yogra, Dari sisi perusahaan, Yogra Ujung dari PT Buana Tunas Sejahtera menyampaikan pesan yang sama kuatnya.
“Penyerahan alat pemadam ini sebagai bentuk kepedulian Perusahaan untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Kapuas Hulu. Penanganan Karhutla di Kabupaten Kapuas Hulu membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan disini Perusahaan Karyamas Plantation hadir,” katanya.
Kemudian kata Yogra, Ini bukan CSR seremonial. Ini komitmen.
“Perusahaan juga mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kodim Putussibau yang selalu siap siaga berjibaku di lapangan dalam penanganan Karhutla.” katanya.
Langkah ini, kata Yogra pencegahan inilah benteng pertama. Karena memadamkan lebih sulit daripada mencegah. Dan kini, dengan peralatan baru di tangan, benteng kedua yaitu respons cepat saat api muncul juga semakin kokoh.
Dukungan Karyamas Plantation adalah bukti bahwa dunia usaha tidak menutup mata. Bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas TNI atau pemerintah.
Ditambahkan Dandim, Kodim 120 Putussibau berkomitmen penuh. Setiap mesin, setiap selang, setiap sumur bor akan dioptimalkan. Dirawat. Disiagakan 24 jam.
“Karena taruhannya bukan hanya hutan. Tapi kesehatan anak-anak kita. Tapi langit Kapuas Hulu yang biru. Tapi masa depan daerah ini, “kata Dandim Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.
Tak hanya itu, Hari ini, 8 September 2026, Kapuas Hulu mendapat tambahan kekuatan. Sinergi antara TNI dan dunia usaha telah menancapkan tonggak baru: *Kita lawan api bersama-sama*.
“Semoga kolaborasi ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. Karena satu hal pasti melawan Karhutla, kita hanya punya dua pilihan. Bersatu, atau terbakar, “pungkas Dandim Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (*)














