Pelatihan Kewirausahaan Bagi Generasi Muda bersama USAID Jadi Pengusaha Mandiri USAID (Japri) di Balai Desa Tlogo Blitar (Robby / Mattanews.co)
Pelatihan Kewirausahaan Bagi Generasi Muda bersama USAID Jadi Pengusaha Mandiri USAID (Japri) di Balai Desa Tlogo Blitar (Robby / Mattanews.co)

Reporter : Robby

BLITAR, Mattanews.co – Sebanyak 85 remaja perempuan di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar Jawa Timur (Jatim), mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Bagi Generasi Muda bersama USAID Jadi Pengusaha Mandiri USAID (Japri).

Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Tlogo, Kamis (12/11/2020). Pelatihan ini digelar selama dua hari hingga hari Jumat (13/11/2020).

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yakni, Kepala Bidang Ekonomi, Bappeda Kabupaten Blitar, Roni Arif Satriawan, Betty Wirandini pemilik Kadosrikandi.com sekaligus alumni USAID Japri dan Eny Setyowati pemilik Batik jagadjowo.com.

Roni mengatakan, tujuan diadakannya pelatihan ini agar masyarakat desa lebih mandiri.

Selain itu, masyarakat desa khususnya pumuda usia 18 hingga 30 tahun mampu berkembang dan berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Dijelaskannya, bahwa Bappeda memiliki konsen dalam pengembangan usaha bagi masyarakat.

Telah banyak yang lahir pengusaha dari program USAID Japri ini, seperti Abang Makro, Abang Wira, Petani Millenial dan lainya.

“Kegiatan ink dalam rangka menumbuh kembangkan usaha di kabupaten Blitar,” ungkap Roni Arif Satriawan di Balai Desa Tlogo.

Sementara itu, Kepala Desa Tlogo Sarmuji mengharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini, warga desanya lebih mandiri.

Para pemuda khususnya kaum perempuan dapat kontribusi untuk perekonomian keluarga.

Tidak hanya itu, dengan mengikuti pelatihan ini pemuda dapat mengelola keuangannya secara baik dan benar.

“Saya ingin Desa Tlogo maju, pemudanya mandiri dan memiliki daya saing,” ungkapnya.

Betty Wirandini alumni USAID Japri menuturkan, sengaja memilik pemuda usia 18 hingga 30 tahun.

“Tidak hanya yang sudah menikah, namun juga pumuda yang belum menikah,” ucapnya.

Bagi perempuan yang sudah menikah juga wajib menyertakan persetujuan dari suaminya. Ini untuk persiapan para pemuda mempersiapkan masa depannya.

Pelatihan ini tidak hanya menjaring yang belum memiliki usaha, namun juga yang sudah memiliki usaha.

Apabila belum akan digali potensi dirinya, jika sudah memiliki usaha akan diajari cara pemasarannya.

Tidak hanya itu, bagi peserta akan terus mendapatkan pembinaan dan menjalin kerjasama dengan dinas terkait.

Bahkan bagi yang sudah memiliki usaha juga akan dibantu pemasaran baik di dalam hingga luar negeri. (ADV)

Editor : Nefri

 331 Total Pembaca

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :