MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Wakil Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., mengapresiasi pagelaran wayang kulit dengan lakon Gatotkaca Winisuda.
Wayang kulit semalam suntuk tersebut merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan dalam rangka Bersih Desa Rejotangan Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.
Saat dijumpai, Wakil Bupati Tulungagung merupakan Kader PDI Perjuangan mengatakan pihaknya bisa bersilaturahmi bersama warga Desa Rejotangan atas undangan dari Kepala Desa Andi Mutoyo.
“Maturnuwun (Terima kasih.red) kepada Pak Kades Andi Mutoyo atas undangan dalam kegiatan Bersih Desa sekaligus peringatan Hari Jadi Desa Rejotangan ke-178,” ucap Gatut Sunu sapaan akrab, Kamis (8/6/2023) Malam.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah kabupaten Tulungagung saya ucapkan terima kasih. Semoga kebaikan dan keberkahan selalu menyertai masyarakat Rejotangan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Gatut Sunu menjelaskan Bersih Desa Rejotangan merupakan suatu wadah untuk melestarikan budaya. Salah satunya dengan menggelar kesenian wayang kulit yang merupakan warisan tak ternilai dari para leluhur.
Disamping itu, sambung Gatut Sunu, kegiatan Bersih Desa ini bisa sebagai penyambung tali silaturahmi sekaligus dapat menggerakkan roda perekonomian khususnya bagi pelaku usaha mikro di Desa Rejotangan.
“Dengan Bersih Desa juga bagian dari nguri-nguri budaya, tradisi dari para leluhur ini senantiasa dilestarikan,” terangnya.
“Mempererat tali silaturahim antara pemimpin dengan yang dipimpin, sehingga kekompakan senantiasa terjaga. Insya Allah, pembangunan desa ini akan lebih maju lagi,” sambungnya.
Pagelaran wayang kulit, lebih dalam Gatut Sunu memaparkan pihaknya sangat mengapresiasi lakon Gatotkaca Winisuda yang dibawakan oleh Dalang kondang asal Tulungagung Ki Minto Sudarsono.
Lakon Gatotkaca Winisuda, jelas Gatut Sunu, menceritakan Raden Gatotkaca menduduki tahta Pringgondani dengan kesepakatan semua pihak.
“Saya apresiasi sekali lakon Gatotkaca Winisuda. Dari cerita itu sebenarnya bisa kita ambil hikmahnya. Dengan disepakati semua pihak, akhirnya Raden Gatotkaca dinobatkan menjadi raja Pringgodani dengan bergelar Prabu Kacanegara,” paparnya.
“Ringkas cerita, atas penobatan sebagai raja itu, bala tentara Kurawa tidak bisa menerima akhirnya terjadilah peperangan hingga akhirnya bisa dikalahkan oleh keluarga Pandawa,” imbuhnya.
“Dengan diwisudanya Raden Gatotkaca menjadi raja di Pringgodani situasi dan kondisi negara kembali pulih dan menjadi aman, tentram, damai, sejahtera,” pungkasnya.














