BERITA TERKINI

BNN Gandeng Bintang Toedjoe Terapkan Pemberdayaan Jahe Merah Untuk Menghindari Dampak Narkoba

×

BNN Gandeng Bintang Toedjoe Terapkan Pemberdayaan Jahe Merah Untuk Menghindari Dampak Narkoba

Sebarkan artikel ini

Reporter : Asni

OKI, Mattanews.co – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng PT Bintang Toedjoe serta unsur Kecamatan dan masyarakat dalam menggalakkan budidaya Jahe Merah di Desa Ulak Jermun, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (29/08/2019).

Kegiatan ini dilakukan guna pemberdayaan warga yang tinggal di kawasan rawan narkoba. Gelar pemberdayaan masyarakat melalui bahan kategori herbal ini juga dihadiri Kasubdit Masyarakat Perkotaan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN RI Kombes Tri Setiadi, BNNP, Kepala BNNK Dwi Muzawal, pihak kecamatan, serta masyarakat setempat.

Budidaya jahe merah ini sendiri ditujukan kepada warga dengan dibekali sejumlah perlengkapan tanaman, diantaranya bibit, Polybag, pestisida, serta pupuk sejumlah 30 paket.

Pelatihan berupa teori dan praktik lapangan ini sendiri, memperoleh bimbingan langsung dari PT Bintang Toedjoe hingga 9 bulan kedepan atau hingga saat masa panen jahe merah. Diyakini, dengan harga saat ini mencapai Rp74 Ribu per kilo, tentunya merupakan peluang usaha bernilai ekonomi tinggi ditengah gencarnya godaan penyalahgunaan narkoba.

“Giat ini memberikan pemahaman agar masyarakat tidak lagi melakukan kegiatan berkaitan dengan barang haram, melainkan melakukan hal positif berupa penanaman jahe merah yang bertujuan meningkatkan ekonomi warga,” terang Kombes Tri Setiadi.

Marketing CSV PT Bintang Toedjoe Koko Widyatmoko menyampaikan materi budidaya jahe merah secara rinci, dari mulai awal proses penggunaan pupuk hingga pemilihan pestisida yang tepat.

“Salah satu kelebihan tanaman ini tidak perlu lahan luas. Cukup gunakan polybag, jahe merah dapat tumbuh,” terangnya.

PT Bintang Toedjoe juga memberikan garansi kepada petani, bahwa hasil panen jahe merah akan difasilitasi untuk ditampung oleh perusahaan itu selama metode penanaman diikuti dan benihnya sesuai yang telah diberikan.

“Soal hasil panen tidak perlu khawatir, karena setiap 9 bulan sekali Bintang Toedjoe akan membeli hasil jahe merah kalian dengan harga Rp. 74 ribu rupiah per kilogramnya,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan jahe merah dalam dan luar negeri semakin meningkat. Ia mengatakan hingga saat ini, Indonesia belum memiliki sentra penghasil jahe merah. “Jelas ini peluang pemberdayaan ekonomi terbuka lebar bagi masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, permintaan dan penjualan akan jahe merah baik di dalam maupun luar negeri sangat tinggi.

“Maka dari itu, penjualan jahe merah ini sangat potensial dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, ditambah lagi, sampai saat ini belum ada kota di Indonesia yang menjadi sentra penghasil jahe merah,” tuturnya.

Area sales manager PT Bintang Toedjoe Provinsi Sumatera Selatan, Andre Johan, mengatakan pelatihan ini sebagai bentuk menciptakan kegiatan positif di masyarakat. Ia memaparkan, perusahaan Bintang Toedjoe sejak lama sudah concern terhadap tanaman Herbal, diantaranya yakni budidaya jahe merah tersebut.

“Dengan kerjasama lintas sektoral ini, kami berkeyakinan melalui program budidaya ini mampu memberikan kegiatan positif bagi para eks pengguna narkotika,” ucapnya.

Apalagi, ia meneruskan, pelatihan jahe merah mencari petani-petani baru yang kelak dijadikan suplier jahe merah. “Melalui pemberian bibit kita mencari petani untuk yang berkomitmen dalam budidaya jahe merah,” ujarnya.

Camat SP Padang Herliansyah Hilaluddin mengungkapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan perusahaan beserta BNN. “Warga kita bisa manfaatkan pekarangan dengan penanaman jahe merah, dan yang menarik akan dibeli kembali oleh Bintang Toedjoe,” katanya.

Herliansyah berharap kegiatan ini akan terus berlanjut, tidak hanya semangat di awal saja. Ia juga mengimbau, para peserta mengikuti dan menerapkan pelatihan ini dengan serius agar dapat merasakan manfaatnya.

“Alhamdulillah sekitar setahun belakangan ini warga kami mendapatkan perhatian khusus untuk memberantas Narkoba dengan cara perberdayaan dalam meningkatkan taraf ekonomi,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut Sukarman (Ujang) selaku kepala desa (Kades) Ulak Jermun saat di konfirmasi via telpon mengatakan dirinya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan BNN itu, karena sangat membantu agar warganya mempunyai kegiatan yang positif.

“Harapannya agar kedepan dengan adanya pemberdayaan ini benar-benar di terapkan oleh warga, karena harga jahe merah lumayan tinggi, bisa jadi lapangan pekerjaan dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk menghindari dampak narkoba yang tercatat cukup tinggi di desa ulak jermun,” ucapnya.

Editor : Anang