MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan tak main-main dalam memerangi narkoba di Sumsel. Bapak berpangkat bintang satu dipundak itu wanti-wanti pemain narkoba, untuk segera hentikan aksinya, Kamis (17/9/2026).
“Kami tidak main-main, kami tidak segan-segan menangkap, memproses hingga memiskinkan pelaku narkoba yang berani melancarkan aksinya di Palembang ataupun Sumsel,” tegasnya, usai rilis pemusnahan barang bukti (BB) narkoba lintas negara, Malaysia – Palembang – PALI di halaman BNNP Sumsel.
Orang nomor satu di BNNP Sumsel itu menjabarkan, berdasarkan survei pada 6 tahun lalu bahaya narkoba di Sumsel ini menempati posisi ke-2 nasional dalam hal pecandu narkoba, setelah Provinsi Sumatera Utara dan ini merupakan isu nasional.
“Mudah-mudahan dengan upaya yang kita lakukan dan terus dilakukan pemberantasan, angka survei itu akan berubah, turun,” tegas Hisar Siallagan.
Dikatakan Hisar, dari 9 juta masyarakat Sumsel, didapatkan sekitar 450.000 merupakan pecandu, ini adalah pasar yang luar biasa yang dilirik oleh semua sindikat narkoba dalam bisnis yang menggiurkan. Dari itu, BNNP Sumsel bekerja terus untuk melakukan pengungkapan dan penekanan terhadap peredaran narkoba, hingga angka pecandu di Sumsel menurun.
Pada tahun 2025, BNNP Sumsel kalau melihat dari barang bukti yang diamanakan ada sekitar 29 Kg sabu dan 20 butir pil ekstasi yang didukung anggaran mencapai Rp2 miliar. Sedangkan pada 2026 ini ada kenaikan pengungkapan mencapai 65 Kg sabu dengan anggaran bidang pemberantasan mencapai angka Rp200 juta.
“Walaupun terjadinya efesiensi pada anggaran tidak membuat kita patah semangat untuk melakukan pemberantasan terhadap narkoba,” jelasnya.
Hisar Siallagan juga menjelaskan, bahwa BNNP Sumsel saat melakukan penangkapan tidak menargetkan berapa besar barang bukti yang diamankan, akan tetapi menyasar jaringannya.
“Kita disini mengincar jaringannya dengan memastikan semua pelaku peredaran gelap narkoba mempertanggungjawabkan perbuatannya. Besaran barang bukti merupakan bonus saja, namun target kami adalah kurir, kaki tangan bandar, bahkan bandarnya,” tegasnya.
Dilanjutkan Hisar, bila barang bukti narkoba ini sampai ke generasi muda, tentu dapat menghancurkan masa depan mereka.
“Mereka merupakan masa depan yang produktif. Bisa hancur masa depan jika mereka mengenal narkoba, bahkan malah menjadi beban masyarakat dan negara. Sudah jadi komitmen kami untuk memerangi narkoba, bukan hanya pemakai, pengedar saja yang kami tangkap, tapi juga bandarnya,” terang Hisar.
Ditempat yang sama, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengapresiasi kinerja BNNP Sumsel dalam menekan angka peredaran narkoba di Sumsel.
“Kita menilai begitu beratnya kinerja BNNP Sumsel hingga Kepolisian dalam melakukan pemberantasan peredaran hingga penggunaan narkoba, sehingga kita mengapresiasi Langkah yang dilakukan BNNP Sumsel ini,” terangnya.
Herman Deru berharap agar survei yang dilakukan 6 tahun lalu dapat menurun dengan survei terkini, ditunjang dengan semakin cangih alat teknologi yang dimiliki dari pihak penegak hukum.
“Untuk itu, perlu adanya benteng untuk melapisi generasi muda dari barang haram ini seperti benteng di keluarga, dari tokoh agama, tokoh masyarakat yang tentunya sangat berpengaruh sehingga hal ini dapat membentengi generasi muda dari jeratan barang haram tersebut,” ujarnya.
Perlu diketahui BNNP Prov Sumsel musnahkan barang bukti (BB) narkoba lintas negara, Malaysia – Palembang – PALI, hasil ungkap beberapa waktu bulan terakhir. Usai dilakukan pemeriksaan oleh Lab Polda Sumsel, sabu sebanyak 45,5 kg dan pil ekstasi 9.439 butir diblender, sedangkan etomidate 140 buah cartridge dihancurkan.














