BERITA TERKININUSANTARA

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Tulungagung Anti Alergi, Bebas Berekspresi Tanpa Sakit Hati

×

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Tulungagung Anti Alergi, Bebas Berekspresi Tanpa Sakit Hati

Sebarkan artikel ini
Keluarga Besar Tulungagung Anti Alergi saat berada di Resto Sultan Guest House setempat, Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Keluarga Besar Tulungagung Anti Alergi menggelar agenda berbuka puasa. Dihadiri puluhan aktivis lintas komunitas dan insan media, bertempat di Resto Sultan Guest House setempat, Jum’at (22/4/2022) Sore.

Selain agenda buka puasa tersebut, juga ada siraman rohani yang disampaikan seorang ustad. Sehingga, menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa.

“Sebenarnya agenda bukber ini diinisiasi teman-teman yang ada di Group Tulungagung Anti Alergi. Di bulan suci Ramadan ini dengan kebersamaan dan silaturahmi, menambah amal dalam menunaikan ibadah puasa,” kata Turmudi.

“Keluarga Besar Tulungagung Anti Alergi bisa berkumpul, bersilaturahmi, sesi curhat, antar teman. Karena, yang selama ini masa pandemi, berdiskusi melalui obrolan di group TAA,” imbuh pengelola Group TAA itu.

“Tagline Group TAA yakni Bebas Berekspresi, Tanpa Sakit Hati,” Turmudi menambahkan.

“Iya benar, ala stand up bercerita keresahan yang dialami para anggota group TAA, dengan dipandu oleh seorang aktivis tersohor di kota tercinta saudara Maliki,” tambah Pria seorang jurnalis media online Niamanews itu.

Lebih lanjut Turmudi menjelaskan, antusias hadirin yang akan berstand up tersebut membuat ia kewalahan, dalam menunjuk siapa yang harus maju duluan memegang mic.

Diawali oleh Susetyo Nugroho salah satu pentolan Perkumpulan Komunitas Tulungagung Peduli menyampaikan dan mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah yang dinilai kurang menguntungkan masyarakat.

“Contoh saja terkait Bantuan Siswa Miskin itu, sangat kasihan pada masyarakat kurang mampu tidak menerima hak secara utuh,” kata Pria lebih familiar akrab disapa Mbah Yok si rambut sembari mendapat tepuk tangan meriah itu.

Selanjutnya oleh Joe Barles seorang aktivis senior pemerhati bakul-bakul di sepanjang objek kuliner pinggir kali Ngrowo menceritakan suatu kebanggaan Tulungagung itu memiliki sungai di tengah kota, bila dikerjakan secara serius sebenarnya dapat mengangkat UMKM Tulungagung sekaligus untuk destinasi wisata.

Sedangkan, Ketua Tulungagung Eksplore Nurhasim menyoroti terkait kurang maksimal pemerintah dalam menggarap sektor pariwisata khususnya wisata pantai. Selain itu, terkait banyaknya jalan berlubang, maka ia menagih janji kepada Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., akan janjinya sebelum lebaran sudah tidak ada lagi ruas jalan yang rusak dan berlubang itu.

“Sesi stand up berlangsung sangat seru sekali namun tetap mengedepankan etika saling hormat menghormati sehingga makin ganteng dinikmati,” kata Turmudi.

“Coba lihat, saat Kepala Desa Banjarejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung pegang mic, sampaikan terkait pentingnya kesehatan bagi masyarakat,” sambungnya.

Para hadirin menikmati sembari minum kopi, lebih dalam Turmudi memaparkan, kebersamaan semakin terasa hidup tatkala Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak dr. Supriyanto menyampaikan pentingnya kesehatan bagi masyarakat di Tulungagung.

“Sesi stand up ditutup dengan penampilan politisi Partai Gerindra Ahmad Baharudin menyampaikan terima kasih bisa hadir ditengah Keluarga Besar Tulungagung Anti Alergi ini,” paparnya.

“Pada intinya, kebersamaan dalam silaturahmi mari tetap kita pupuk duduk dalam satu meja mencari solusi, meskipun berbeda pandangan politik tidak mematahkan arti sebuah persaudaraan ini. Makanya, group TAA ini mengambil Tema, Bebas Berekspresi, Tanpa Sakit Hati,” tukasnya.