BERITA TERKINIPOLITIK

Buka Muscab PKB Tulungagung 2026, Waketum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal Soroti Ancaman Perang dan Krisis Energi

×

Buka Muscab PKB Tulungagung 2026, Waketum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal Soroti Ancaman Perang dan Krisis Energi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.A.P., melontarkan peringatan serius soal ancaman perang global dan potensi krisis energi saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026). Di hadapan kader dan tamu undangan, Cucun menegaskan bahwa dinamika dunia saat ini tak bisa lagi dipisahkan dari arah politik dan pengabdian di daerah.

Menurut politisi yang akrab disapa Kang Cucun itu, kondisi geopolitik internasional kini sedang berada dalam fase yang tidak stabil. Ia mengingatkan, eskalasi konflik di berbagai kawasan dunia berpotensi memicu dampak berantai, termasuk krisis energi yang pada akhirnya bisa menghantam kehidupan masyarakat hingga ke level lokal, termasuk Indonesia.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada politik lokal. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Potensi krisis energi harus kita antisipasi sejak sekarang,” tegas Kang Cucun dalam sambutannya.

Pernyataan itu menjadi pesan utama dalam pembukaan Muscab PKB Tulungagung. Bagi Kang Cucun, partai politik tidak cukup hanya hadir dalam agenda elektoral, tetapi juga harus mampu membaca perubahan zaman dan ancaman global yang berimbas langsung pada kehidupan rakyat.

Ia menekankan, kader PKB dituntut memiliki kepekaan politik, kecermatan sosial, dan kesiapsiagaan organisasi agar tidak tertinggal dalam merespons tantangan yang terus berkembang. Menurutnya, perubahan global harus diterjemahkan menjadi langkah konkret di tengah masyarakat, bukan sekadar bahan diskusi elite.

“Kader PKB harus peka terhadap perubahan dunia. Apa yang terjadi di luar negeri hari ini, bisa berdampak pada harga energi, kebutuhan pokok, hingga kesejahteraan masyarakat kita. Karena itu, kader harus siap dan hadir dengan solusi,” ujarnya.

Selain menyoroti ancaman eksternal, Kang Cucun juga menegaskan bahwa soliditas kader tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kekuatan partai. Ia mengingatkan bahwa tantangan politik, ekonomi, dan sosial hanya bisa dihadapi apabila kader tetap kompak, bergerak serempak, dan konsisten mengabdi kepada masyarakat.

Menurutnya, kekuatan PKB selama ini tidak semata bertumpu pada struktur organisasi, tetapi pada loyalitas kader dan kedekatan dengan rakyat. Karena itu, Muscab tidak boleh dimaknai sekadar forum pergantian kepengurusan, melainkan momentum memperkuat arah perjuangan partai di tingkat daerah.

“Kader PKB harus tetap solid, terus bergerak, dan hadir memberikan manfaat nyata. Jangan pernah lelah mengabdi,” tandasnya.

Pesan itu, lanjut Kang Cucun, sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, yang selama ini menekankan pentingnya kader partai untuk selalu berada di tengah rakyat, mendengar kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan kerja politik yang nyata.

Dalam suasana Muscab yang berlangsung penuh semangat konsolidasi, kehadiran Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M.,
dan perwakilan partai politik turut memberi warna tersendiri. Kehadiran lintas elemen itu mencerminkan semangat kolaborasi politik yang sehat dalam membangun Kabupaten Tulungagung secara inklusif, harmonis, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Muscab DPC PKB Kabupaten Tulungagung juga menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi PKB di Jawa Timur. Pada rangkaian yang sama, Kang Cucun diketahui turut membuka Muscab DPC PKB Kabupaten Trenggalek, sebagai upaya memperkuat struktur dan kesiapan partai menghadapi dinamika politik ke depan.

Forum Muscab ini diharapkan tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga menghadirkan energi baru bagi PKB di daerah. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, partai dituntut tampil lebih adaptif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan pesan tegas dari DPP, Muscab PKB Tulungagung 2026 menjadi penanda bahwa konsolidasi partai tidak lagi cukup bicara soal internal organisasi semata. PKB dituntut membaca arah dunia, menjaga soliditas kader, dan tetap berpijak pada aspirasi rakyat. Jika itu gagal dilakukan, maka partai akan tertinggal oleh perubahan yang bergerak jauh lebih cepat daripada politik itu sendiri.